Muh Syamsu Nursi: Data Akurat Jadi Fondasi Penataan Guru Madrasah
Ket: Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, H. Muh. Syamsu Nursi, S.Pd.I., MM.
Luwuk (Kemenag Sulteng) - Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Syamsu Nursi, menegaskan bahwa data yang akurat menjadi kunci dalam mewujudkan pemerataan guru dan peningkatan mutu pendidikan madrasah. Karena itu, pembaruan data melalui Education Management Information System (EMIS) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) harus dilakukan secara berkelanjutan agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Muh Syamsu Nursi saat mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah pada kegiatan Pemetaan dan Penataan Kebutuhan Guru Madrasah Negeri serta Sinkronisasi Data EMIS GTK Madrasah bagi Kabupaten Banggai, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan yang berlangsung di Ballroom Hotel Santika Luwuk. Selasa, (30/6/2026).
"Perubahan jumlah rombongan belajar akan berdampak langsung pada kebutuhan guru. Karena itu, data harus selalu diperbarui agar kebijakan yang diambil tidak didasarkan pada perkiraan, tetapi berdasarkan kondisi yang sebenarnya," ujar Syamsu.
Ia menjelaskan bahwa EMIS GTK merupakan sistem yang menghimpun data seluruh satuan pendidikan madrasah, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan guru secara lebih tepat sehingga penataan tenaga pendidik dapat dilakukan secara objektif dan terukur.
“pemetaan kebutuhan guru bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi, melainkan menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan pendidikan madrasah. Oleh sebab itu, seluruh kepala madrasah, operator EMIS, dan pemangku kepentingan harus memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kualitas data,” tegasnya.
Ia juga menekankan tiga hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, menjadikan data sebagai dasar dalam setiap penyusunan kebijakan. Kedua, memastikan seluruh data guru dan tenaga kependidikan telah tervalidasi, mutakhir, serta sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Ketiga, memperkuat transformasi digital melalui pengelolaan EMIS GTK yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
"Validitas data yang kita hasilkan hari ini akan menentukan kualitas kebijakan pada masa mendatang. Karena itu, pembaruan data merupakan tanggung jawab bersama," tegasnya.
Ia menambahkan, saat ini data EMIS GTK telah terintegrasi dengan berbagai layanan strategis di lingkungan Kementerian Agama, di antaranya mutasi dan rotasi guru, Program Indonesia Pintar (PIP) Kementerian Agama, Pendidikan Profesi Guru (PPG), Tunjangan Profesi Guru (TPG), serta berbagai layanan kepegawaian dan pendidikan lainnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Suardi Kandjai, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemetaan kebutuhan guru harus mampu menghasilkan distribusi tenaga pendidik yang lebih merata dan berkeadilan.
“melalui pemetaan ini akan diketahui kondisi kelebihan maupun kekurangan guru di setiap madrasah berdasarkan jumlah rombongan belajar, sehingga kebijakan penataan guru benar-benar mengacu pada kebutuhan nyata di lapangan,” ucapnya.

Selain itu, Suardin juga menekankan pentingnya evaluasi kompetensi guru sebagai dasar penyusunan program pengembangan keprofesian berkelanjutan. Ia berharap guru dan kepala madrasah yang memiliki prestasi serta kinerja baik dapat memperoleh penghargaan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
“kelengkapan data EMIS tidak hanya mencakup data peserta didik dan guru, tetapi juga data kelembagaan serta sarana dan prasarana. data yang lengkap menjadi syarat penting dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk usulan bantuan bagi madrasah,”ujarnya.
Kegiatan ini merupakan kabupaten terakhir dalam rangkaian pemetaan dan penataan kebutuhan guru serta sinkronisasi Data EMIS GTK Madrasah di Provinsi Sulawesi Tengah setelah sebelumnya dilaksanakan pada seluruh kabupaten dan kota.
Turut hadir Ketua Tim Guru, Ketua Tim Tenaga Kependidikan, dan Ketua Tim Sumber Daya Manusia Kepegawaian Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kabupaten Banggai, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan, para kepala MAN, MTsN, dan MIN, serta operator EMIS GTK madrasah se-Kabupaten Banggai, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan.
