Bersih Pantai dan Penguatan Literasi Warnai Harlah Ke-3 IPARI di Pantai Uwe Mpooja
Ket: Kakanwil (kaos berwarna abu) serahkan bantuan alat kebersihan dalam kegiatan aksi bersih-bersih Pantai Uwe Mpooja, Kelurahan Tondo, Sabtu (23/5/2026).
Palu (Kemenag Sulteng) - Aksi bersih-bersih Pantai Uwe Mpooja, Kelurahan Tondo, menjadi bagian dari peringatan Harlah ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) yang digelar oleh IPARI Sulteng, Sabtu (23/05/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “IPARI Merawat Negeri: Gerakan Spiritual, Literasi, dan Ekoteologi” itu melibatkan penyuluh agama lintas agama serta masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penguatan nilai sosial keagamaan.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, Junaidin hadir dalam kegiatan tersebut didampingi Pelaksana Tugas Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulteng, Irwan. Tampak sejumlah Kepala Kantor Kemenag dari Kabupaten dan Kota se-Sulteng turut mengikuti kegiatan ini.
Dalam kegiatan tersebut, Kakanwil Junaidin mengatakan IPARI merupakan organisasi yang menjunjung tinggi nilai kebhinnekaan dan kebersamaan lintas agama.

“IPARI ini bukan dimonopoli oleh satu identitas agama tertentu, tetapi di dalamnya ada kebhinnekaan, ada warna semua agama,” ujarnya.
Menurutnya, aksi bersih-bersih pantai dan kegiatan sosial lainnya merupakan bagian dari nilai universal yang diajarkan seluruh agama.
“Kita bersih-bersih pada hari ini dan melakukan kegiatan sosial lainnya, ini merupakan bentuk nilai universal. Kita tunjukkan bahwa semua agama mengajarkan kita untuk bersahabat dan cinta lingkungan. Konsep ini harus terus kita bangun,” katanya.
Ia menambahkan, menjaga lingkungan bukan hanya berkaitan dengan kebersihan fisik, tetapi juga membangun cara berpikir dan kesadaran bersama.
“Sesungguhnya, dengan membersihkan pantai ini bukan hanya lingkungan secara fisik yang dibersihkan, tetapi juga cara berpikir kita,” lanjutnya.
Junaidin berharap IPARI dapat menjadi pelopor gerakan sosial keagamaan di masa mendatang, khususnya dalam gerakan ekoteologi, moderasi beragama, bersih-bersih lingkungan, serta berbagai kegiatan sosial keagamaan lainnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan alat kebersihan kepada Pojok Literasi sebagai bentuk dukungan terhadap kepedulian lingkungan dan penguatan literasi masyarakat.
(Penulis: Nanda/Fotografer: Fitriah & Rezky)

