Kakanwil Kemenag Sulteng Lantik 12 Pejabat dilingkungan Kemenag Sulteng
Ket: Foto bersama
Palu,(Kemenag Sulteng)– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, melantik dan mengambil sumpah jabatan sejumlah Kepala Madrasah, Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU), serta Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) di lingkungan Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, Senin (8/6/2026).
Pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut turut sebagai saksi Kepala Bagian Tata Usaha dan Kepala Bidang Pendidikan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Sulteng. Hadir pula para Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten dan Kota Sulawesi Tengah.




Dalam sambutannya, Junaidin menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar peristiwa administratif atau seremonial pengisian jabatan, melainkan peneguhan amanah, penguatan komitmen, serta pembaruan tekad untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.
"Kementerian Agama adalah institusi pemerintah yang menjalankan tugas-tugas pemerintahan di bidang keagamaan. Karena itu, seluruh jabatan dalam organisasi harus terisi dan berjalan sesuai harapan agar roda organisasi dapat berfungsi secara optimal," ujarnya.
Menurut Junaidin, jabatan yang diemban para pejabat yang dilantik merupakan kepercayaan negara sekaligus tanggung jawab moral yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada organisasi dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Khusus kepada para Kepala Madrasah yang baru dilantik, Junaidin menekankan bahwa peran kepala madrasah tidak sebatas sebagai manajer lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pemimpin perubahan, penggerak budaya kerja, inspirator bagi guru dan tenaga kependidikan, serta teladan bagi peserta didik.
"Madrasah yang unggul lahir dari pemimpin yang memiliki visi yang jelas, integritas yang kuat, kemampuan membangun kolaborasi dan sinergi, serta keberanian melakukan inovasi," katanya.
Ia menambahkan, masyarakat saat ini tidak hanya menginginkan madrasah yang mampu menghasilkan peserta didik cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia, moderat dalam beragama, mencintai bangsa, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Karena itu, Junaidin mengajak seluruh kepala madrasah untuk menjadi agen transformasi pendidikan dengan menjadikan madrasah sebagai pusat pembelajaran yang unggul, inklusif, ramah anak, ramah lingkungan, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan.
Kepada para Kaur Tata Usaha madrasah, Junaidin berharap mereka dapat menjadi pilar penguatan tata kelola kelembagaan. Menurutnya, tata usaha bukan sekadar urusan administrasi, melainkan jantung pelayanan organisasi.
"Administrasi yang tertib, akuntabel, dan transparan akan menjadi fondasi lahirnya kepercayaan publik terhadap madrasah," tegasnya.
Sementara kepada Aparatur Sipil Negara yang dilantik dalam jabatan fungsional, ia mengingatkan pentingnya meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kompetensi, serta menghasilkan kinerja yang profesional dan terukur.
Dalam kesempatan itu, Junaidin juga menyoroti semangat "Kemenag Berdampak" yang menjadi bagian dari delapan program prioritas Kementerian Agama. Menurutnya, seluruh program dan kebijakan yang dijalankan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Keberhasilan kita tidak lagi diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi sejauh mana kehadiran Kementerian Agama mampu memberikan solusi, meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, memperkuat kerukunan, dan memajukan pendidikan," ujarnya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ia mendorong seluruh jajaran untuk terus menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam menjalankan program kerja agar tetap memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.
Dalam konteks pendidikan madrasah, lanjutnya, Kemenag Berdampak harus diwujudkan melalui peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru, pendidikan berkualitas bagi peserta didik, meningkatnya kepuasan orang tua terhadap layanan madrasah, serta tumbuhnya nilai-nilai moderasi beragama dan tata kelola lembaga yang bersih serta akuntabel.
Menutup arahannya, Junaidin mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik agar senantiasa menjaga integritas, menghindari penyalahgunaan wewenang, serta membangun budaya kerja yang jujur, disiplin, profesional, dan kolaboratif.
"Organisasi yang kuat tidak dibangun oleh individu yang bekerja sendiri, tetapi oleh tim yang memiliki tujuan dan semangat melayani yang sama. Jadikan jabatan ini sebagai ladang pengabdian, prestasi, dan ibadah. Mari bersama-sama mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia," pungkasnya.
Berikut 12 nama nama yang dilantik yakni:
1. Hj. Rahma M. Naser dilantik sebagai Kepala MTsN 3 palu.
2. Hasbi Usia dilantik sebagai Kepala MIN 1 Palu.
3. Hadijah dilantik sebagai Kepala MAN Sigi.
4. Ni'mah dilantik sebagai Kepala MAN Morowali.
5. Sofyawati S. Timumun dilantik sebagai Kaur MTsN 1 Buol.
6. Rifki Hidayat dilantik sebagai Kaur Tata Usaha MTsN 3 Buol.
7. Iqbal Lahama dilantik sebagai Kaur MAN Buol.
8. Nurnaningsi Ibrahim dilantik sebagai Kaur Tata Usaha MAN Banggai.
9. Sugiarto Nursin dilantik sebagai Kaur MAN 2 Banggai.
10. Norma Anggo dilantik sebagai Kaur Tata Usaha MTsN 2 Banggai.
11. Sofyan Djulnau dilantik sebagai Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Muda pada Subbag Tata Usaha Kemenag Parimo.
12. Leni Ruwentowe Manasa dilantik Penyuluh Hukum Ahli Pertama Pada Subbag Tata Usaha Kemenag Kab Poso.






