Dari Damai Lahir Profesor: Menag RI Kukuhkan Guru Besar di UIN Datokarama Palu
Ket: Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A
Palu (Kemenag Sulteng) - Di tengah dinamika global yang diwarnai konflik dan peperangan, Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa suasana damai menjadi fondasi utama lahirnya para ilmuwan. Hal tersebut disampaikan saat membuka Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar di UIN Datokarama Palu, Minggu (26/4/2026).
Didampingi Rektor UIN Datokarama Palu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, serta jajaran pejabat lainnya, Menag menyoroti kontras tajam antara negara yang dilanda konflik dengan negara yang hidup dalam kedamaian.
“Negara yang sibuk berperang akan menghabiskan energi untuk membeli senjata dan bertahan hidup. Dalam situasi seperti itu, tidak ada ruang untuk berpikir dan mengembangkan ilmu pengetahuan,” ujar Menag.
Sebaliknya, ia menekankan bahwa Indonesia patut bersyukur karena berada dalam kondisi aman dan stabil. Menurutnya, situasi tersebut menjadi peluang besar bagi kemajuan pendidikan dan lahirnya sumber daya manusia unggul.
“Dalam situasi perang, yang lahir adalah jenderal. Namun dalam keadaan damai, yang lahir adalah profesor. Hari ini kita menyaksikan bukti nyata dengan bertambahnya guru besar di negeri ini,” lanjutnya.
Menag juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan pendidikan berbasis kultural. Sebagai negara maritim dengan keberagaman budaya, bahasa, dan kearifan lokal, Indonesia dinilai memiliki kekuatan besar untuk membangun peradaban ilmu pengetahuan yang inklusif dan berdaya saing global.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa studi keislaman di Indonesia menunjukkan capaian yang membanggakan di tingkat dunia. Berdasarkan perkembangan terbaru, studi teologi Indonesia kini menempati peringkat ke-29 dunia di antara puluhan ribu kajian teologi internasional.
“Kita bukan hanya ilmuwan Muslim, tetapi ilmuwan Islam yang mampu menghadirkan perspektif keilmuan yang kompetitif di tingkat global,” tegasnya.
Sidang senat terbuka ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tradisi akademik di lingkungan perguruan tinggi keagamaan, sekaligus menegaskan kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mencetak generasi intelektual yang unggul di tengah tantangan global.