Kemenag Sulteng Susun Formasi Kebutuhan Guru Madrasah Negeri dan Sinkronisasi Data EMIS GTK
Ket: kegiatan Penyusunan Formasi Kebutuhan Guru Madrasah Negeri dan Sinkronisasi Data EMIS GTK di Aula Kanwil, Senin (11/5/2026).
Palu (Kemenag Sulteng) - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng melalui Bidang Pendidikan Madrasah menggelar kegiatan Penyusunan Formasi Kebutuhan Guru Madrasah Negeri dan Sinkronisasi Data EMIS GTK bagi madrasah negeri di lingkungan Kemenag Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kanwil Kemenag Sulteng, Senin (11/05/2026) ini Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendis) Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala, para kepala madrasah negeri, serta operator madrasah negeri.
Dalam arahannya, Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Sulteng selaku Plh. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Sulteng Moh. Taslim, menekankan pentingnya keseriusan seluruh pejabat pengawas, kepala madrasah, dan operator dalam melakukan pendampingan serta penginputan data yang akurat dan valid.

"Keseriusan dalam penyusunan dan pengisian data sangat menentukan kualitas kebijakan ke depan. Jika data EMIS dan data kepegawaian sinkron, maka pusat akan lebih mudah membaca kebutuhan riil madrasah, sehingga perencanaan formasi guru dapat dilakukan secara tepat," tegas Taslim.
Ia juga menekankan bahwa validitas data bukan sekadar kebutuhan administratif, tetapi menjadi fondasi penting dalam memastikan pemerataan dan pemenuhan kebutuhan guru madrasah negeri di Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Katim SDM, Hukum, dan Kerja Sama Pengawasan Orang Asing Kanwil Kemenag Sulteng Moh. Syarif, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pemetaan data guru yang sebelumnya telah dilakukan bersama Bidang Pendidikan Madrasah beberapa bulan lalu.
Menurutnya, formasi CPNS maupun PPPK sebelumnya telah disusun berdasarkan data EMIS yang diinput oleh masing-masing satuan kerja atau madrasah melalui operator. Namun, saat dilakukan proses eksekusi dan penerbitan SK, ditemukan adanya ketidaksesuaian antara data dalam sistem dengan kondisi nyata di lapangan.

"Dari hasil pemetaan sebelumnya, kami menemukan bahwa data EMIS di beberapa satuan kerja belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi riil di madrasah. Karena itu, kegiatan ini penting untuk memastikan data yang benar-benar valid," jelas Syarif.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemetaan dan validasi data tenaga pendidik madrasah negeri di Sulawesi Tengah, sekaligus menjadi dasar dalam perencanaan kebutuhan formasi CPNS tahun 2027, khususnya bagi guru madrasah.
(Penulis: Fitriah/Fotografer: Nanda)

