Hadapi Kemarau Panjang, Kemenag dan MUI Banggai Laut Perkuat Sinergi Pelaksanaan Shalat Istisqa
Ket: Kakankemenag saat memberikan arahan
Banggai Laut (Kemenag Sulteng)— Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Laut, H. Zulfan Kadim, mengajak seluruh unsur keagamaan dan pemerintahan untuk memperkuat sinergi dalam menyukseskan pelaksanaan Salat Istisqa sebagai ikhtiar bersama memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT.
Ajakan tersebut disampaikan Zulfan saat memberikan arahan pada Rapat Persiapan Pelaksanaan Shalat Istisqa yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banggai Laut, di ruang pertemuan Kantor Kemenag Banggai Laut, Rabu (09/09/2026).
Zulfan mengatakan, Shalat Istisqa tidak sekadar menjadi rangkaian ibadah, tetapi juga momentum untuk menguatkan kesadaran spiritual dan kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kondisi yang membutuhkan perhatian bersama. Melalui doa dan ikhtiar, umat Islam diajak untuk senantiasa memohon pertolongan Allah SWT sekaligus melakukan introspeksi dan memperbaiki hubungan sosial maupun kehidupan keagamaan.
“Pelaksanaan Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar kita bersama. Kita memohon kepada Allah SWT agar diberikan rahmat, diturunkan hujan dalam menghadapi musim kemarau yang panjang saat ini, serta dijauhkan dari berbagai musibah dan kesulitan yang dapat menimpa daerah kita,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulfan juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan organisasi keagamaan. Menurutnya, MUI memiliki posisi strategis dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat, sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Ia berharap sinergi antara MUI, Kementerian Agama, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan Islam, majelis taklim, serta masyarakat dapat terus dibangun, bukan hanya dalam pelaksanaan Shalat Istisqa, tetapi juga dalam berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
“Ketika kebutuhan pelayanan keagamaan masyarakat semakin besar, maka harus dibarengi dengan penguatan kelembagaan dan kerja bersama. MUI tidak boleh berjalan sendiri. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memberikan dukungan,” tegasnya.
Zulfan juga mendorong pengurus MUI untuk melibatkan majelis-majelis taklim dan masyarakat secara luas agar pelaksanaan Salat Istisqa dapat diikuti secara bersama-sama. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin kuat pula semangat kebersamaan dan doa yang dipanjatkan.
Rapat tersebut turut membahas sejumlah persiapan teknis, termasuk penentuan lokasi dan waktu pelaksanaan. Menutup arahannya, Zulfan mengajak seluruh pihak menjadikan Shalat Istisqa sebagai momentum mempererat ukhuwah, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperkuat ikhtiar bersama demi kebaikan masyarakat Banggai Laut. (MH)