Semangat Hari Buku Nasional Warnai Upacara Bendera MAN Buol dengan Nuansa Literasi
Ket: Dokumentasi Upacara Bendera hari ini di MAN Buol
MAN Buol (Kemenag Sulteng) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buol kembali melaksanakan rutinitas awal pekan berupa Upacara Bendera yang berlangsung khidmat di halaman madrasah, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru, tenaga kependidikan, serta para siswa dengan penuh disiplin dan semangat nasionalisme. Namun, ada suasana berbeda yang tampak pada pelaksanaan upacara kali ini. Seluruh dewan guru terlihat mengenakan seragam KORPRI berwarna biru khas Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga menambah nuansa formal dan istimewa dalam upacara kali ini.
Menurut penjelasan pihak HUMAS madrasah, penggunaan seragam KORPRI pada hari ini dilakukan karena tanggal 17 Mei 2026 yang biasanya menjadi jadwal penggunaan seragam tersebut bertepatan dengan hari Ahad atau hari libur. Oleh sebab itu, pelaksanaannya diundur ke hari berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala MAN Buol, Salman Dj Adjud, menjelaskan bahwa hari Senin ini terasa semakin spesial karena selain bertepatan dengan penggunaan seragam KORPRI, MAN Buol juga turut memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh pada tanggal 17 Mei kemarin.
“Dirgahayu Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sekaligus selamat Hari Buku Nasional. Semoga budaya membaca terus tumbuh di lingkungan madrasah kita,” ujarnya dengan penuh semangat.
Peringatan Hari Buku Nasional tersebut menjadi momentum penting bagi MAN Buol untuk kembali mengingatkan para siswa tentang pentingnya budaya literasi di era digital saat ini. Buku bukan hanya sumber ilmu pengetahuan, tetapi juga jendela dunia yang mampu memperluas wawasan, membangun karakter, serta meningkatkan kualitas berpikir generasi muda.
Sementara itu, pembina upacara, Zakiah Mahmud, juga menyampaikan pesan-pesan inspiratif terkait pentingnya semangat membaca dan membangun budaya literasi di kalangan pelajar. Ia mengajak seluruh siswa untuk terus membiasakan diri membaca sebagai salah satu langkah sederhana menuju masa depan yang lebih cerah.
“Mari membaca, membaca, dan terus membaca. Dengan membaca, kita dapat membuka jendela dunia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), minat baca masyarakat Sulawesi Tengah berada pada peringkat ke-7 secara nasional. Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan budaya literasi demi mendukung suksesnya program Berani Cerdas,” ujarnya.
Lebih lanjut, istri dari wakil bupati Buol ini juga menekankan pentingnya memanfaatkan perpustakaan dan buku-buku fisik sebagai sumber belajar. Menurutnya, ketergantungan siswa terhadap pencarian informasi instan di internet dan kebiasaan scrolling berlebihan dapat membuat kemampuan kinestetik siswa menjadi kurang terasah. Sebaliknya, dengan membiasakan siswa mencari referensi langsung di perpustakaan serta menulis kembali materi pembelajaran secara manual, kemampuan menulis rapi, kreativitas, dan daya ingat siswa dapat berkembang lebih baik.
Upacara tersebut berlangsung dengan tertib, penuh makna, dan sarat pesan edukatif. Selain menjadi sarana menanamkan kedisiplinan dan nasionalisme, momentum Hari Buku Nasional juga menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah bahwa budaya membaca harus terus dijaga dan ditingkatkan demi menciptakan generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter. (SH-MANBuol)