Memperingati Harkitnas, Kemenag Palu Gaungkan Semangat Kedaulatan Digital
Ket: Suasana khidmat pengibaran Bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Rabu (20/5/2026).
Palu (Kemenag Sulteng) - Kantor Kementerian Agama Kota Palu menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di halaman kantor setempat, Rabu (20/5/2026). Upacara yang dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Dr. H. Ahmad Hasni, M.Pd.I., itu diikuti jajaran pejabat dan seluruh ASN di lingkungan Kemenag Kota Palu dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Peringatan Harkitnas tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan dan kebangkitan nasional di tengah tantangan era digital. Dalam upacara tersebut, Ahmad Hasni membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang menekankan pentingnya menjaga generasi muda sebagai fondasi utama kedaulatan bangsa.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, dimulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila dan UUD 1945, hingga pembacaan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI. Seluruh peserta upacara tampak mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh semangat nasionalisme.
Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital yang dibacakan Ahmad Hasni, disebutkan bahwa tantangan bangsa saat ini telah bergeser dari persoalan kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Karena itu, kebangkitan nasional dimaknai sebagai kemampuan bangsa menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.
“Tepat pada hari ini, 20 Mei 2026, kita kembali merefleksikan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908,” demikian kutipan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI yang dibacakan dalam upacara tersebut.
Pemerintah, lanjut sambutan itu, juga menempatkan perlindungan generasi muda sebagai prioritas utama pembangunan nasional, termasuk dalam ruang digital. Kebijakan penguatan tata kelola digital dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh di lingkungan digital yang sehat, aman, dan produktif.
“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api ‘Boedi Oetomo’ dalam setiap lini kehidupan,” bunyi kutipan lainnya dalam sambutan tersebut.
Bagi Kementerian Agama, semangat kebangkitan nasional memiliki relevansi kuat dengan penguatan moderasi beragama, pendidikan karakter, serta peningkatan literasi digital di tengah masyarakat. Nilai-nilai persatuan dan gotong royong dinilai menjadi modal penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.
Melalui peringatan Harkitnas ke-118 ini, ASN Kementerian Agama Kota Palu diharapkan tidak hanya memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara, tetapi juga mampu menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik dan ruang digital yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan bersama.





