Validitas Data 1.356 Guru Madrasah di Tolitoli dan Buol Disinkronkan, Penataan Formasi Dipercepat
Ket: Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulteng, Moh. Taslim memberi arahan kepada peserta kegiatan.
Tolitoli (Kemenag Sulteng) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tolitoli menjadi pusat pelaksanaan sinkronisasi data 1.356 guru madrasah dari Kabupaten Tolitoli dan Buol dalam kegiatan Penyusunan Formasi Kebutuhan Guru Madrasah Negeri dan Sinkronisasi Data EMIS GTK yang digelar Kantor Wilayah Kemenag Sulteng, Rabu (20/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Tolitoli tersebut dihadiri jajaran Kepala Madrasah Negeri bersama operator EMIS GTK dari Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol. Agenda ini difokuskan pada penataan kebutuhan guru madrasah sekaligus penyelarasan data EMIS GTK sebagai dasar perencanaan kebijakan dan layanan pendidikan madrasah.
Kepala Kantor Kemenag Tolitoli, Makmur Muhammad Arief, dalam arahannya mengingatkan pentingnya ketertiban administrasi di tingkat satuan kerja. Ia meminta proses backup dan updating data Simpatika dikawal secara ketat agar seluruh data guru terakomodasi dengan baik.

"Proses backup dan updating data Simpatika harus dikawal ketat. Kita harus memastikan tidak ada satu pun guru yang datanya terlewat, karena ini menyangkut hak dan kewajiban mereka sebagai pendidik," ujar Makmur.
Ia juga mengingatkan seluruh Kepala Madrasah agar aktif memantau kinerja guru di satker masing-masing. Dalam kesempatan itu, Makmur turut membeberkan target strategis penegerian 30 madrasah setelah keberhasilan perubahan status MAN 1 Tolitoli.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulteng, Moh. Taslim, menyampaikan pentingnya validitas data makro dalam pengelolaan pendidikan madrasah.
"Akurasi data pada EMIS GTK adalah kunci utama dalam pengambilan kebijakan, perencanaan anggaran, hingga pemenuhan tunjangan guru. Sinkronisasi ini harus tuntas agar tidak ada disparitas data antar satker," kata Taslim.

Penataan dan sinkronisasi data tersebut dinilai mendesak mengingat jumlah guru madrasah yang dikelola di dua wilayah mencapai 1.356 orang. Berdasarkan data periode April 2026, Kabupaten Tolitoli memiliki 887 guru yang terdiri dari 211 PNS, 86 PPPK, dan 590 Non-PNS. Adapun Kabupaten Buol tercatat memiliki 469 guru yang terdiri dari 109 PNS, 77 PPPK, dan 283 Non-PNS.