MAN 2 Kota Palu Deklarasikan Kurikulum Berbasis Cinta dan Madrasah Ramah Anak
Ket: Penandatanganan Deklarasi KBC dan Madrasah Ramah Anak santri IBSDM MAN 2 Kota Palu
Palu,— MAN 2 Kota Palu meneguhkan komitmennya dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkarakter, humanis, dan berpihak pada kepentingan terbaik peserta didik melalui Deklarasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Madrasah Ramah Anak. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas MAN 2 Kota Palu dan diikuti oleh para santri IBSDM MAN 2 Kota Palu pada Jum’at, 21 Agustus 2026.
Kegiatan diawali dengan penguatan dan penyampaian materi oleh Kepala MAN 2 Kota Palu, Dr. H. Taufik, S.Ag., M.Ag. Dalam arahannya, kepala madrasah memberikan pemahaman kepada para murid mengenai pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai pendekatan pendidikan yang menempatkan nilai kasih sayang, penghargaan, kepedulian, dan pembentukan karakter sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran.
Penguatan tersebut juga diarahkan pada pemahaman tentang konsep Madrasah Ramah Anak, yakni terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, nondiskriminatif, serta memberikan ruang bagi setiap murid untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi yang dimilikinya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Madrasah menekankan bahwa penerapan KBC dan Madrasah Ramah Anak tidak cukup hanya menjadi sebuah program atau slogan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku seluruh warga madrasah.
“Kurikulum Berbasis Cinta harus hadir dalam setiap proses pendidikan, bukan hanya dalam materi pembelajaran, tetapi juga dalam cara kita memperlakukan sesama. Cinta harus melahirkan kepedulian, penghargaan, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati. Demikian pula madrasah ramah anak harus kita wujudkan bersama agar setiap anak merasa aman, dihargai, didengar, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan implementasi KBC dan Madrasah Ramah Anak membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah. Murid tidak hanya ditempatkan sebagai penerima kebijakan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya madrasah yang positif.
Setelah penguatan materi, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Madrasah Ramah Anak yang dipimpin oleh Kepala Urusan Tata Usaha MAN 2 Kota Palu, Moh. Iqbal, S.Pd.I. Pembacaan deklarasi tersebut diikuti secara bersama-sama oleh para santri IBSDM MAN 2 Kota Palu sebagai bentuk kesatuan tekad untuk mendukung terwujudnya lingkungan madrasah yang berlandaskan nilai cinta, kepedulian, penghargaan, dan perlindungan terhadap anak.

Pembacaan deklarasi menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama seluruh peserta didik agar nilai-nilai yang terkandung dalam KBC dan Madrasah Ramah Anak tidak berhenti pada sebuah deklarasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam interaksi antarsiswa maupun hubungan antara peserta didik dengan guru dan seluruh warga madrasah.
Sebagai puncak kegiatan, seluruh santri IBSDM MAN 2 Kota Palu turut membubuhkan tanda tangan pada baliho Deklarasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Madrasah Ramah Anak. Penandatanganan tersebut menjadi simbol kesediaan dan komitmen bersama para murid untuk mendukung serta menerapkan nilai-nilai KBC dan budaya ramah anak dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.

Aksi tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa mewujudkan madrasah yang ramah, aman, dan penuh kasih sayang bukan hanya tanggung jawab pimpinan maupun guru, melainkan merupakan gerakan bersama seluruh warga madrasah.
Melalui deklarasi ini, MAN 2 Kota Palu menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama.
Deklarasi KBC dan Madrasah Ramah Anak diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya positif di MAN 2 Kota Palu. Dengan komitmen bersama tersebut, madrasah diharapkan semakin mampu menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, penuh kasih, dan mendorong setiap murid tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama