Logo
16 Agustus 2026 23:58:0 147

Kemenag Sulteng Satukan Doa Lintas Agama Sambut HUT ke-81 RI

Ket: Pembacaan doa lintas agama


Palu (Kemenag Sulteng) - Doa bersama lintas agama digelar Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng bersama Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Sulteng dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI di halaman Kanwil Kemenag Sulteng, Minggu (16/8/2026).

Doa dibawakan oleh masing-masing penyuluh agama lintas agama Kementerian Agama. Selain memanjatkan doa untuk keselamatan dan kemajuan bangsa Indonesia, para penyuluh turut mendoakan saudara-saudara yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Junaidin mengatakan, doa bersama menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut kemerdekaan yang dilaksanakan secara sederhana, tetapi memiliki makna bagi kehidupan berbangsa.

"Kementerian Agama tidak boleh melepaskan diri dari rasa syukur, kegembiraan, dan kebahagiaan atas kemerdekaan yang telah kita nikmati bersama selama 81 tahun. Malam ini kita duduk bersama dalam rangka doa bersama untuk negeri. Meskipun sangat sederhana, tetapi ini penuh khidmat," ujar Junaidin.

Menurutnya, kemerdekaan bukan hanya peristiwa sejarah yang diperingati setiap 17 Agustus, tetapi amanah dan karunia Tuhan sekaligus hasil perjuangan para pendahulu bangsa.

Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Junaidin.

"Rasa syukur atas kemerdekaan tidak cukup hanya diucapkan dengan kata-kata, dikibarkan dalam bendera, atau dirayakan dalam berbagai kegiatan seremonial. Syukur yang sejati harus menemukan wujudnya dalam bentuk kepedulian, persaudaraan, dan kebermanfaatan terhadap sesama," katanya.

Junaidin mengatakan, perbedaan agama dan tradisi ibadah yang hadir dalam doa bersama memperlihatkan semangat persatuan dalam keberagaman.

"Kita datang dari latar belakang keyakinan yang berbeda, dengan tradisi dan cara beribadah yang beragam. Namun, kita dipertemukan oleh satu kesadaran bahwa bangsa ini adalah rumah bersama kita. Keselamatan dan kemajuan Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama," tuturnya.

Ia menambahkan, keberagaman agama dan suku tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan.

"Berbeda agama, berbeda suku, bukan kemudian itu menjadi jalan bagi kita untuk bercerai-berai. Keberagaman justru membawa kita semakin kuat dan bersatu. Dalam keberagaman itu kita belajar bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menjauhi, sebaliknya perbedaan adalah kekayaan yang mengajarkan kita untuk saling menghormati, saling memahami, dan saling menguatkan," jelasnya.

Sebagai bagian dari jajaran Kementerian Agama, Junaidin menyebut penguatan toleransi, kerukunan, dan moderasi beragama menjadi tanggung jawab yang perlu terus dirawat.

Pada momentum ini, Junaidin mengingatkan ASN Kementerian Agama agar memaknai kemerdekaan sebagai energi moral dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat.

"Makna kemerdekaan bagi ASN Kementerian Agama perlu diwujudkan melalui kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kemerdekaan harus menemukan bentuk konkretnya dalam kualitas pelayanan yang kita hadirkan setiap hari. ASN Kementerian Agama harus menghadirkan layanan yang berdampak di tengah-tengah Masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan, negara hadir ketika masyarakat merasakan pelayanan publik yang memudahkan, melindungi, membimbing, dan memberikan manfaat dalam kehidupan mereka.

"Tugas kita bukan hanya sekadar menyelesaikan layanan administratif, melainkan menghidupkan pelayanan yang semakin baik, semakin mudah, semakin cepat, semakin ramah, dan semakin berdampak," tutur Junaidin.

Ia mengingatkan ASN agar tidak memandang pelayanan sebagai rutinitas semata karena setiap layanan berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

"Di balik satu dokumen yang kita selesaikan ada kebutuhan masyarakat. Di balik satu konsultasi yang kita layani, ada persoalan kehidupan yang sedang mereka hadapi. Dan di balik satu bimbingan keagamaan yang kita berikan, mungkin ada keluarga yang sedang mencari ketenangan," ujarnya.

"Karena itu, pelayanan adalah wajah kemerdekaan yang paling dekat dengan masyarakat. Kemerdekaan tidak boleh berhenti pada upacara seremoni. Ia harus hadir di ruang pelayanan di kantor-kantor Kementerian Agama, di KUA, di madrasah dan satuan kerja, serta di setiap tempat ketika ASN berinteraksi dengan masyarakat," lanjutnya.

Junaidin mengatakan perjuangan ASN saat ini adalah mengisi kemerdekaan melalui pelayanan yang membebaskan masyarakat dari kesulitan, ketidakpastian, diskriminasi, dan kerumitan birokrasi.

"Dengan demikian, pengabdian kita bukan sekadar bekerja untuk negara, tetapi bekerja agar negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Berbagi Paket Cinta Negeri yang diprakarsai PW IPARI Sulteng tersebut turut dihadiri berbagai unsur tokoh agama, pejabat administrator Kanwil Kemenag Sulteng, serta kepala kantor dan kepala seksi Bimas Islam Kemenag Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi.


Editor: Monica
Fotografer: Humas Ahsan

HUBUNGI KAMI

JL. Prof Moh Yamin, Birobuli Utara, Kec. Palu Selatan Kota Palu, Sulawesi Tengah 94231

0811-5880-7272

kanwilsulteng@kemenag.go.id

TAUTAN TERKAIT

CHAT KAMI (Klik Sekarang)

Beranda

Download Informasi Penting

PPID

Permohonan Data

IKUTI KAMI
Statistik Pengunjung
👤 User Aktif (Realtime)
0
📅 Total Hari Ini 95
🗓️ Total Bulan Ini 9,282
🌍 Total Keseluruhan 404,757

Delay data User Aktif (10 detik - 1 menit)

Delay data Total (1 jam - 24 jam)



2023 © Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah HTML Codex