Kakankemenag Banggai Laut Tekankan Peran Strategis Karu dan Karom pada Manasik Haji 1447 H
Ket: Kakankemenag Banggai Laut saat menyampaikan materi
Banggai Laut (Kemenag Sulteng) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Banggai Laut, H. Riatman A. Nursin, menjadi pemateri pada kegiatan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Banggai Laut Tahun 1447 H/2026 M, bertempat di Aula BKPSDMD Banggai Laut, Kamis (12/02/2026).
Kegitan ini diikuti sebanyak 62 calon Jemaah haji yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banggai Laut dan Kepala Subbagian Tata Usaha.
Dalam kesempatan tersebut, H. Riatman menyampaikan materi berjudul “Peran Ketua Regu dan Ketua Rombongan dalam Pelaksanaan Ibadah Haji.” Ia menekankan bahwa keberadaan Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung kelancaran, ketertiban, serta kekompakan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Menurutnya, Karu dan Karom bukan sekadar pemimpin administratif, tetapi juga berfungsi sebagai pengayom, pembimbing, sekaligus penghubung antara jemaah dengan petugas haji.
Mereka diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik, menjaga solidaritas, serta memastikan setiap anggota regu dan rombongan memahami jadwal serta tata cara pelaksanaan ibadah.
“Ketua Regu dan Ketua Rombongan harus menjadi contoh dalam kedisiplinan, kesabaran, dan kepatuhan terhadap arahan petugas. Kekompakan dan kebersamaan menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan tertib dan lancar,” ujar H. Riatman di hadapan peserta manasik.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi di Tanah Suci sangat berbeda dengan di daerah asal, baik dari segi cuaca, budaya, maupun situasi keramaian. Olehnya, peran Karu dan Karom sangat dibutuhkan dalam membantu jemaah yang mengalami kesulitan, terutama bagi jemaah lanjut usia maupun yang memiliki keterbatasan fisik.
H. Riatman mengajak seluruh calon jemaah untuk mengikuti manasik dengan sungguh-sungguh sebagai bekal penting sebelum keberangkatan. Ia berharap melalui pembekalan yang matang, para jemaah dapat melaksanakan ibadah haji secara mandiri, tertib, dan sesuai tuntunan syariat. (MH)
.jpeg)

