APRI Banggai Resmi Dikukuhkan, Luncurkan Inovasi Digital “Banggai Berdampak” untuk Penguatan Keluarga Sakinah
Ket: Pengukuhan Pengurus APRI Kab. Banggai Masa Bhakti 2026-2030
Banggai (Kemenag Sulteng) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Suardi Kandjai, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan Pengukuhan Pengurus Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Banggai yang dirangkaikan dengan peluncuran Program Inovasi Pendampingan Keluarga Sakinah “Banggai Berdampak” berbasis digital. Kegiatan tersebut dilaksanakan di MTsN 1 Banggai, Rabu (11/2/2026).
Pengukuhan pengurus APRI Banggai ini menjadi momentum penguatan peran penghulu sebagai ujung tombak pelayanan pencatatan nikah dan pembinaan keluarga sakinah di Kabupaten Banggai. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah,Wakil Bupati Banggai, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat organisasi perangkat daerah (OPD), kepala seksi dan penyelenggara Kemenag Banggai, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Banggai.
Dalam arahannya, Suardi Kandjai menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan APRI Banggai sebagai langkah strategis dalam memperkuat profesionalitas penghulu.
“Kami berharap APRI Banggai mampu menjadi motor penggerak pembinaan keluarga sakinah yang lebih terukur, terdokumentasi, dan berdampak nyata. ASN Kementerian Agama harus adaptif terhadap perubahan, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam menyelesaikan persoalan keluarga dan sosial kemasyarakatan, serta mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi sebagai instrumen peningkatan pelayanan publik.

Sementara itu, Ketua APRI Provinsi Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo, menegaskan bahwa APRI merupakan organisasi profesi yang memiliki posisi strategis dan terhormat dalam struktur pembinaan umat.
“APRI adalah organisasi profesi yang bergengsi, karena di dalamnya berhimpun para penghulu yang memegang amanah besar dalam membina, menjaga, dan mengawal keutuhan keluarga. Penghulu bukan sekadar pencatat nikah, tetapi pembimbing umat dalam membangun peradaban keluarga yang kokoh,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa APRI harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai integritas dan profesionalitas sebagai ASN.
Sebagai Ketua APRI Kabupaten Banggai yang baru dikukuhkan, Usman Jayadi menegaskan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam memperkuat peran penghulu di tengah dinamika masyarakat.
“Pengukuhan ini adalah titik awal kerja nyata. APRI Banggai harus mampu menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi profesi yang memberi solusi atas persoalan umat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penghulu memiliki peran strategis dalam pembinaan dan penguatan ketahanan keluarga.
“Penghulu adalah garda terdepan dalam menjaga fondasi peradaban melalui keluarga yang kuat dan harmonis,” tegasnya.
Peluncuran Program Pendampingan Keluarga Sakinah “Banggai Berdampak” Berbasis Teknologi menjadi wujud komitmen konkret APRI Banggai dalam menghadirkan pelayanan yang lebih sistematis, terukur, dan terdokumentasi. Program tersebut dirancang sebagai langkah strategis dalam memberikan pendampingan keluarga secara terintegrasi dengan dukungan platform digital, guna menjawab tantangan zaman serta meningkatkan kualitas ketahanan keluarga di Kabupaten Banggai.
“Kami tidak ingin pendampingan keluarga hanya berhenti pada seremoni atau nasihat sesaat. Melalui sistem berbasis teknologi, setiap proses pendampingan akan tercatat, terukur, dan dapat dievaluasi dampaknya,” jelas Usman.
Melalui inovasi ini, APRI Banggai diharapkan mampu memperkuat tata kelola pendampingan keluarga sakinah secara berkelanjutan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

