Semarak 1 Muharram, Kakan Kemenag Banggai Ajak Masyarakat Muliakan Anak Yatim dan Cintai Al-Qur'an
Ket: Menyayangi dan membahagiakan anak yatim adalah bagian dari ikhtiar kita meraih keberkahan serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat
Banggai (Kemenag Sulteng). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, H. Suardi Kandjai, menghadiri kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh KUA Kecamatan Moilong bekerja sama dengan Majelis Ta’lim Hubbul Wathon Khairun Nisa di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Sumberharjo, Kecamatan Moilong, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi di momentum Tahun Baru Islam. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Danramil, Kepala KUA Kecamatan Moilong beserta jajaran, Penyuluh Agama Islam, para kepala desa se-Kecamatan Moilong, majelis taklim, tokoh agama, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Suardi mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap anak yatim. Menurutnya, menyantuni anak yatim memiliki banyak keutamaan sebagaimana diajarkan dalam Islam, di antaranya memperoleh kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga, menjadi ladang pahala jariyah, melembutkan hati, serta menjadi salah satu ikhtiar untuk memperoleh kemudahan dan keberkahan hidup.

“Memuliakan dan menyayangi anak yatim bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga amalan yang memiliki nilai ibadah yang besar di sisi Allah SWT,” ujar Suardi di hadapan para peserta kegiatan.
Pada kesempatan tersebut, Kakan Kemenag Banggai juga menyampaikan penguatan program Banggai Mengaji. Ia mendorong adanya kolaborasi antara KUA, Penyuluh Agama Islam, majelis taklim, dan pemerintah desa untuk mendata anak-anak usia sekolah dasar yang belum mampu membaca Al-Qur’an.
“Program Banggai Mengaji harus menjadi gerakan bersama. Saya mengajak KUA, Penyuluh Agama Islam, majelis taklim, serta pemerintah desa untuk berkolaborasi melakukan pendataan anak-anak usia sekolah dasar yang belum mampu membaca Al-Qur’an, sehingga pembinaan dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pendataan tersebut penting sebagai langkah awal untuk memberikan pembinaan dan fasilitasi sehingga anak-anak dapat mengenal serta membaca Al-Qur’an dengan baik. Program ini diharapkan menjadi gerakan bersama dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Banggai berharap semangat Tahun Baru Islam tidak hanya diwujudkan melalui peringatan seremonial, tetapi juga melalui aksi nyata berupa kepedulian sosial serta penguatan pendidikan keagamaan bagi generasi muda.

.jpeg)