Prodi Biologi UNTAD Edukasi Bahaya Mikroplastik kepada Murid MAN 2 Kota Palu
Ket: Ketua Program Studi biologi di dampingi oleh Wakamad bidang Akademik dan Bidang Humas serta Ketua Tim Pemutuan
Palu — Program Studi Biologi Universitas Tadulako (UNTAD) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di MAN 2 Kota Palu, Jumat (28/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Multimedia MAN 2 Kota Palu tersebut mengangkat tema sosialisasi mikroplastik sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahaya penggunaan mikroplastik.
Kegiatan edukatif ini diikuti oleh peserta didik MAN 2 Kota Palu yang tergabung dalam Kelompok Riset dan Intelligence Madrasah Olympic (IMO). Pemilihan peserta tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas siswa yang memiliki minat pada bidang penelitian, sains, dan pengembangan keilmuan untuk memahami salah satu persoalan lingkungan yang semakin mendapat perhatian.
Materi sosialisasi disampaikan secara langsung oleh Ketua Program Studi Biologi Universitas Tadulako, Dr. I Nengah Kundera, M.Sc. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami mikroplastik sebagai bagian dari persoalan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya karena keberadaannya berkaitan erat dengan berbagai aktivitas manusia dalam penggunaan dan pengelolaan bahan berbasis plastik.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai mikroplastik, tetapi juga diarahkan untuk memahami pentingnya sikap kritis terhadap penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.
Pembahasan mengenai mikroplastik menjadi relevan bagi peserta didik karena persoalan lingkungan tidak hanya membutuhkan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga kesadaran dan perubahan perilaku. Edukasi sejak lingkungan sekolah diharapkan dapat membangun generasi yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta mampu mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan ilmiah.
Bagi siswa yang tergabung dalam Kelompok Riset dan IMO, materi tersebut sekaligus menjadi pengayaan wawasan yang dapat mendukung pengembangan kemampuan observasi, berpikir kritis, dan ketertarikan terhadap penelitian berbasis persoalan nyata di lingkungan sekitar.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual bagi peserta didik.
Kolaborasi tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan akademisi dan memperoleh perspektif keilmuan dari lingkungan perguruan tinggi. Di sisi lain, madrasah menjadi ruang strategis untuk memperluas diseminasi pengetahuan dan membangun kesadaran generasi muda terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Bagi MAN 2 Kota Palu, kegiatan ini juga sejalan dengan penguatan budaya riset dan pembinaan siswa yang memiliki potensi di bidang sains dan olimpiade. Pengetahuan mengenai mikroplastik diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengembangkan gagasan penelitian maupun inovasi sederhana yang berkaitan dengan lingkungan.
Atas terlaksananya kegiatan tersebut, Kepala MAN 2 Kota Palu, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Zulfadli, S.Pd, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada Program Studi Biologi Universitas Tadulako beserta seluruh tim pengabdian masyarakat yang telah memilih MAN 2 Kota Palu sebagai mitra dalam kegiatan edukasi tersebut.
Apresiasi dan penyambutan terhadap tim pengabdian turut didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas serta Ketua Tim Penjaminan Mutu/Pembina IMO MAN 2 Kota Palu. Pihak madrasah menyambut baik kegiatan yang menghadirkan pengalaman belajar secara langsung dari akademisi perguruan tinggi tersebut, karena dinilai memberikan kontribusi positif dalam memperkaya wawasan peserta didik, khususnya dalam memahami persoalan lingkungan melalui pendekatan ilmiah.
Sosialisasi mikroplastik diharapkan tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan siswa, tetapi dapat berkembang menjadi kesadaran dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik didorong untuk menjadi generasi yang mampu melihat persoalan lingkungan secara kritis, memahami dampaknya berdasarkan ilmu pengetahuan, serta berkontribusi dalam menemukan solusi yang berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian masyarakat Program Studi Biologi UNTAD di MAN 2 Kota Palu sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara madrasah dan perguruan tinggi dalam membangun budaya akademik, riset, dan kepedulian lingkungan.
Dari ruang kelas dan ruang riset madrasah, pengetahuan diharapkan tidak berhenti sebagai teori, tetapi tumbuh menjadi kesadaran, inovasi, dan kontribusi nyata bagi lingkungan serta masyarakat.