Soft Skill Jadi Sorotan Apel ASN Kemenag Palu
Ket: ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Palu mengikuti apel pagi yang dilaksanakan di halaman kantor Kemenag Kota Palu, Senin (18/5/2025).
Palu (Kemenag Sulteng) - Kantor Kementerian Agama Kota Palu menggelar apel pagi bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN), Senin, 18 Mei 2025. Bertempat di halaman kantor Kemenag Kota Palu, apel tersebut dipimpin Penyelenggara Bimas Kristen, Daniel Rusli Wibowo, yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Kota Palu. Dalam amanatnya, Daniel menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan teknis dan karakter dalam membangun budaya pelayanan publik yang humanis dan profesional.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin menekankan kualitas interaksi sosial, bukan sekadar kompetensi administratif. Bagi instansi pelayanan seperti Kementerian Agama, kemampuan ASN membangun komunikasi, empati, dan kepedulian dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
Dalam arahannya, Daniel mengingatkan bahwa kecerdasan akademik tidak selalu menjadi ukuran utama keberhasilan seseorang. Menurutnya, karakter dan kemampuan bekerja sama justru menjadi faktor yang menentukan dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja.
“Ada anak muda yang sangat pintar tetapi ditolak masuk kampus karena sifat dan wataknya kurang baik. Banyak juga orang pintar namun tidak bisa bekerja sama, bahkan menjadi provokator,” ujarnya di hadapan peserta apel.
Ia mengatakan, hard skill dan soft skill harus berjalan seimbang. ASN, kata dia, tidak cukup hanya memahami tugas pokok dan fungsi, tetapi juga harus mampu menghadirkan pelayanan yang ramah, responsif, dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kalau ada tamu datang kita harus senyum, kalau ada masyarakat datang ke kantor dan membutuhkan informasi maka kita layani walaupun bukan tupoksi kita,” katanya.
Menurut Daniel, bentuk pelayanan sederhana seperti memberi informasi, menyapa dengan ramah, hingga membantu masyarakat menemukan solusi merupakan bagian dari wajah birokrasi yang diharapkan hadir di tengah masyarakat. Hal tersebut juga sejalan dengan upaya reformasi birokrasi yang menempatkan kepuasan publik sebagai orientasi utama pelayanan pemerintahan.
Ia turut mengingatkan bahwa nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial akan lebih dikenang dibandingkan pencapaian akademik semata. Karena itu, ia mengajak seluruh ASN Kemenag Kota Palu untuk membangun kepedulian bersama, baik terhadap lingkungan kerja maupun terhadap masyarakat yang dilayani.
Apel pagi tersebut diikuti ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Palu. Selain menjadi sarana penguatan disiplin dan koordinasi internal, kegiatan itu juga menjadi momentum refleksi bagi ASN agar terus memperkuat integritas, etika pelayanan, serta semangat bekerja secara sungguh-sungguh demi menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.

.jpeg)
