MTsN 4 KOTA PALU MGMP IPA MTs se-Kota Palu
Ket: Bersama meningkatkan kompetensi, kolaborasi dan kualitas pembelajaran IPA MTs se Kota Palu
Pelatihan Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran IPA bagi Guru MTs se-Kota Palu
Dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional guru serta memperkuat kualitas proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di lingkungan Madrasah Tsanawiyah, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA MTs se-Kota Palu melaksanakan kegiatan Pelatihan Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran IPA. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kementerian Agama Kota Palu pada hari sabtu 29 Agustus 2026. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Program Studi Pendidikan IPA Universitas Tadulako dan MGMP IPA MTs se-Kota Palu sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas profesional guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Pelatihan ini menjadi ruang pengembangan kompetensi yang strategis bagi guru IPA MTs dalam memahami, mengimplementasikan, serta mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman mendalam (deep learning). Dalam konteks pendidikan, pembelajaran mendalam tidak hanya menekankan pada penguasaan materi secara faktual, tetapi juga mendorong peserta didik untuk memahami konsep secara utuh, menghubungkan berbagai pengetahuan, melakukan proses berpikir kritis, menyelesaikan masalah, berkolaborasi, serta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam berbagai konteks kehidupan nyata.
Kegiatan tersebut diikuti oleh guru-guru IPA yang tergabung dalam MGMP IPA MTs se-Kota Palu. Kehadiran para peserta menunjukkan adanya komitmen bersama untuk terus meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru dalam menghadapi perubahan paradigma pendidikan yang semakin menuntut pembelajaran bermakna, adaptif, inklusif, dan berpusat pada peserta didik.
Dalam kegiatan ini, MTsN 4 Kota Palu turut berpartisipasi aktif melalui tiga orang perwakilan guru IPA, yaitu Bapak Rusno Ali, S.Pd., Ibu Dolly Momitha, S.Pd., dan Ibu Nurjayanti, S.Pd. Keikutsertaan ketiga guru tersebut merupakan bentuk komitmen MTsN 4 Kota Palu dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya pendidik, khususnya dalam pengembangan strategi pembelajaran IPA yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik pada era transformasi pendidikan.
Pelaksanaan kegiatan juga mendapat pendampingan dan perhatian dari Pengawas Pembina MGMP IPA, yaitu Ibu Siti Rahmili, S.Pd., M.Pd. Kehadiran beliau memberikan penguatan terhadap pentingnya MGMP sebagai komunitas belajar profesional bagi guru. MGMP tidak hanya berfungsi sebagai wadah koordinasi antarguru mata pelajaran, tetapi juga sebagai ruang kolaboratif untuk berbagi pengalaman, mendiskusikan berbagai persoalan pembelajaran, mengembangkan perangkat ajar, serta melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Kegiatan pelatihan ini dipimpin dan dikoordinasikan oleh Ketua MGMP IPA MTs se-Kota Palu, Ibu Lisna Dewi, S.Pd., M.Pd. Di bawah koordinasi MGMP, kegiatan dirancang sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesiapan guru menghadapi perkembangan kebijakan dan paradigma pembelajaran. Kepemimpinan dan koordinasi MGMP menjadi faktor penting dalam membangun budaya belajar profesional, karena perubahan kualitas pendidikan pada akhirnya sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru untuk terus belajar, beradaptasi, dan melakukan inovasi secara berkelanjutan.
Salah satu bagian penting dalam pelatihan ini adalah penyampaian materi oleh para narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang pendidikan IPA. Bertindak sebagai pemateri adalah Ibu Amaliah, S.Si. dan Bapak Dr. Supriatman, M.Si. Kedua narasumber menyampaikan materi mengenai Desain Universal Pembelajaran (DUP) sebagai salah satu pendekatan penting dalam merancang pembelajaran yang mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik peserta didik.

Materi tentang Desain Universal Pembelajaran memberikan perspektif bahwa proses pembelajaran tidak dapat dirancang berdasarkan asumsi bahwa seluruh peserta didik memiliki kemampuan, gaya belajar, minat, kesiapan, dan kebutuhan yang sama. Dalam satu kelas, guru akan menemukan peserta didik dengan tingkat kemampuan akademik yang berbeda, pengalaman belajar yang beragam, karakteristik sosial dan emosional yang tidak sama, serta cara menerima dan mengolah informasi yang berbeda pula.
Oleh karena itu, desain pembelajaran perlu dirancang sejak awal agar mampu memberikan akses belajar yang lebih luas kepada seluruh peserta didik. Pendekatan DUP menekankan pentingnya menyediakan berbagai alternatif dalam penyajian informasi, proses pembelajaran, keterlibatan peserta didik, serta cara peserta didik menunjukkan pemahamannya. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada penciptaan lingkungan belajar yang memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kebutuhannya.
Dalam pembelajaran IPA, penerapan Desain Universal Pembelajaran memiliki relevansi yang sangat kuat. Mata pelajaran IPA tidak hanya menuntut kemampuan menghafal konsep, tetapi juga keterampilan melakukan observasi, mengajukan pertanyaan, menyusun dugaan, melakukan penyelidikan, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengomunikasikan hasil. Oleh sebab itu, guru perlu merancang pengalaman belajar yang memungkinkan peserta didik belajar melalui berbagai pendekatan, seperti eksperimen, observasi langsung, diskusi, pemecahan masalah, penggunaan media digital, proyek ilmiah, maupun pembelajaran berbasis fenomena.
Keterkaitan antara Deep Learning dan Desain Universal Pembelajaran menjadi salah satu aspek penting yang dapat dikembangkan oleh guru setelah mengikuti pelatihan ini. Pembelajaran mendalam membutuhkan keterlibatan aktif peserta didik dalam membangun pemahaman, sedangkan DUP membantu guru memastikan bahwa proses keterlibatan tersebut dapat diakses oleh peserta didik dengan karakteristik yang beragam.
Dengan kata lain, pembelajaran mendalam tidak dapat hanya dipahami sebagai pembelajaran dengan materi yang lebih banyak atau aktivitas yang lebih kompleks. Esensi utamanya terletak pada kualitas pengalaman belajar. Peserta didik perlu diberi kesempatan untuk memahami mengapa suatu konsep penting, bagaimana konsep tersebut bekerja, bagaimana konsep tersebut berkaitan dengan pengetahuan lain, serta bagaimana pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk memahami dan menyelesaikan persoalan nyata.
Melalui pelatihan ini, para peserta memperoleh penguatan mengenai pentingnya perubahan paradigma pembelajaran dari pendekatan yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi sebagai perancang pengalaman belajar, fasilitator proses berpikir, motivator, pembimbing, sekaligus reflektor terhadap perkembangan peserta didik.
Bagi perwakilan guru dari MTsN 4 Kota Palu, yaitu Bapak Rusno Ali, S.Pd, Ibu Dolly Momitha, S.Pd dan Ibu Nurjayanti Abdullah Sada, S.Pd., kegiatan ini menjadi pengalaman profesional yang sangat penting untuk memperkuat praktik pembelajaran IPA di madrasah. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan MGMP diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan perangkat pembelajaran, penerapan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, pelaksanaan refleksi bersama, serta berbagi praktik baik dengan guru-guru lain di lingkungan MTsN 4 Kota Palu.

Secara lebih luas, kegiatan Pelatihan Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran IPA ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pengawas pendidikan, organisasi profesi guru, dan satuan pendidikan. Perguruan tinggi dapat memberikan penguatan konseptual dan akademik berdasarkan perkembangan ilmu pendidikan, sedangkan guru memberikan perspektif praktis berdasarkan pengalaman nyata di kelas. Kolaborasi antara kedua unsur tersebut akan menghasilkan proses pengembangan profesional yang lebih kontekstual dan relevan.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan secara individual. Guru membutuhkan komunitas belajar profesional yang memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan, diskusi akademik, refleksi terhadap praktik pembelajaran, serta pengembangan inovasi secara kolaboratif. Dalam konteks tersebut, MGMP memiliki posisi yang sangat strategis sebagai wadah untuk membangun budaya belajar sepanjang hayat bagi para pendidik.
Pada akhirnya, Pelatihan Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran IPA yang dilaksanakan melalui kerja sama Program Studi Pendidikan IPA dan MGMP IPA MTs se-Kota Palu diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran IPA di madrasah. Pemahaman mengenai Deep Learning dan Desain Universal Pembelajaran perlu diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran yang konkret, terencana, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari terselenggaranya pelatihan atau tersampaikannya materi oleh narasumber, tetapi terutama dari sejauh mana pengetahuan yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan komitmen, kolaborasi, dan refleksi berkelanjutan, guru IPA MTs se-Kota Palu diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran IPA yang lebih bermakna, mendalam, menyenangkan, inklusif, dan mampu mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah peserta didik.

Partisipasi aktif MTsN 4 Kota Palu melalui Bapak Rusno Ali, S.Pd., Ibu Dolly Momitha, S.Pd., dan Ibu Nurjayanti, S.Pd., diharapkan menjadi bagian dari kontribusi nyata madrasah dalam mendukung transformasi pembelajaran. Semangat untuk terus belajar, berinovasi, dan berbagi praktik baik menjadi modal penting dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan kemanusiaan.
Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan peningkatan kompetensi. Pelatihan menjadi bagian dari proses membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan berkelanjutan, di mana guru, pengawas, MGMP, perguruan tinggi, dan madrasah bersama-sama mengambil peran dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas. Harapannya, implementasi Deep Learning dan Desain Universal Pembelajaran dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran IPA serta membentuk peserta didik yang memiliki pemahaman konseptual yang kuat, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, keterampilan memecahkan masalah, kemampuan berkolaborasi, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.