Maulid Nabi Kemenag Donggala Dirangkaikan Pengukuhan APRI dan FKPP
Ket: Foto bersama usai pengukuhan FKPP Donggala
Donggala (Kemenag Sulteng) - Suasana khidmat dan meriah menyelimuti Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Donggala pada Rabu (16/9/2026). Keluarga besar Kemenag Donggala menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus dua organisasi keagamaan.
Dua kepengurusan yang dikukuhkan yakni Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Donggala periode 2026–2030 dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Donggala periode 2026–2031.
Prosesi pengukuhan pengurus cabang APRI Donggala dilakukan oleh Ketua pengurus wilayah APRI Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo. Sementara itu, pengukuhan Pengurus FKPP Donggala dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah, H. Junaidin.
Acara ini dihadiri Kepala Kantor Kemenag Donggala H. Haerolah Muh. Arif, para Kepala KUA, kepala madrasah, pengawas madrasah, ketua APRI beserta anggota, Ketua IPARI beserta anggota, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), seluruh ASN di lingkungan Kemenag Donggala, serta perwakilan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) selaku mitra kerja.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Donggala, H. Haerolah Muh. Arif, mengapresiasi kehadiran Kakanwil Kemenag Sulteng beserta seluruh jajaran yang menyukseskan acara. Ia menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak boleh sebatas kegiatan seremonial semata.
“Momentum ini harus menjadi kesempatan bagi kita untuk menguatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Haerolah.
Ia juga menyoroti nilai filosofis di balik tradisi pohon dan telur Maulid yang dilombakan dalam acara tersebut. Menurutnya, proses pembuatannya mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan di lingkungan kerja.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sulteng, H. Junaidin, dalam hikmah Maulid mengajak seluruh ASN Kemenag menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai landasan etos kerja birokrasi.
“ASN Kementerian Agama tidak boleh sekadar menjalankan rutinitas administratif. Kita harus memastikan setiap kerja dan pelayanan memiliki dampak nyata yang dirasakan masyarakat,” tegas Junaidin.
Ia juga menekankan pentingnya peran publikasi dalam menyampaikan kinerja instansi kepada publik.
“Publikasi bukan sekadar menampilkan kegiatan, melainkan cara kita meninggalkan jejak kebaikan dan menunjukkan bahwa Kementerian Agama hadir membawa manfaat,” lanjutnya.
Junaidin berpesan agar ASN Kemenag menjaga integritas institusi dengan menyeimbangkan orientasi dunia dan akhirat.
Ketua PW APRI Sulteng, Isram Said Lolo, mengingatkan pentingnya peran penghulu sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan.
“KUA adalah etalase Kementerian Agama. Oleh karena itu, penghulu tidak hanya bertindak sebagai pelaksana tugas, tetapi juga harus menjadi tokoh yang meneladani masyarakat,” kata Isram.
Kehadiran APRI dan FKPP Donggala diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Kemenag, pemerintah daerah, pondok pesantren, dan masyarakat dalam mengoptimalkan pelayanan keagamaan.
Rangkaian acara makin semarak dengan digelarnya lomba walasoji dan kreasi pohon telur Maulid yang diikuti oleh satuan kerja, KUA, serta madrasah di lingkungan Kemenag Donggala. Ragam hiasan kreasi yang ditampilkan menambah keceriaan sekaligus merekatkan kebersamaan antarpegawai.




