Pembinaan ASN di Banggai, Kabag TU Kemenag Sulteng Tekankan Integritas dan Profesionalitas
Ket: Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah dalam Kegiatan Kunjungan Kerja Sekaligus Pembinaan ASN di lingkungan Kemenag Banggai
Luwuk (Kemenag Banggai). Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, H. Moh. Taslim, menegaskan pentingnya integritas, peningkatan kompetensi serta perubahan pola pikir ASN. Hal itu beliau sampaikan dalam kunjungan kerja sekaligus pembinaan ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banggai. Kegiatan yang berlangsung di MTsN 1 Banggai ini dihadiri oleh seluruh ASN Kemenag Banggai. Selasa (28/4/2026).
Dalam arahannya, Taslim menekankan bahwa setiap ASN harus mampu menyikapi pekerjaan secara rasional dengan tetap mengedepankan hati nurani dalam pelayanan.
.jpeg)
“Mengabdi dengan hati dan melayani dengan integritas. Pelayanan yang lahir dari hati akan melahirkan ASN yang berintegritas,” ujarnya.
Taslim menambahkan, kekompakan dan kerja sama merupakan kekuatan utama dalam birokrasi. Ia mengajak seluruh ASN menjadikan prinsip kerja adalah ibadah sebagai pondasi moral dalam menjalankan tugas.
“Jabatan adalah amanah dari Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, layani masyarakat tanpa membedakan latar belakang apa pun,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan harmonisasi dalam lingkungan kerja. ASN, termasuk PPPK, dinilai memiliki peluang yang sama dalam pengembangan karier sepanjang memiliki kompetensi yang memadai.
“Yang menentukan adalah kemampuan dan kesiapan kita. Bangun kebersamaan tanpa sekat agar tercipta harmonisasi kerja,” imbuhnya.
Dalam aspek sikap kerja, Beliau menegaskan bahwa etika dan profesionalitas merupakan cerminan diri ASN. Ia menyebut attitude sebagai kunci utama dalam pelayanan, yang mencakup kejujuran, keterbukaan, saling percaya, serta sikap hormat terhadap pimpinan.
“Kemampuan, keterampilan, dan sikap harus berjalan seimbang. Ini menjadi pondasi utama dalam bekerja,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya implementasi lima nilai budaya kerja Kementerian Agama dalam setiap tugas dan fungsi ASN, serta mendorong peningkatan kualitas layanan melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Pelayanan harus cepat, tepat, dan akurat. Itu menjadi wujud nyata dari profesionalitas kita,” ujarnya.
Menyoroti kondisi sosial, Beliau turut menyinggung adanya krisis adab di tengah masyarakat, termasuk menurunnya penghormatan terhadap guru. Ia mendorong penerapan kurikulum berbasis cinta sebagai salah satu solusi dalam membangun kembali karakter generasi muda.
Di akhir arahannya, ia menekankan pentingnya manajemen talenta dalam pengembangan karier ASN. Menurutnya, pemberian penghargaan atas kinerja menjadi bagian dari upaya mendorong motivasi dan profesionalitas pegawai.
“Kita harus terus memperbarui semangat kerja dan beradaptasi dengan perubahan. Dengan kompetensi, integritas, dan kebersamaan, kita mampu menghadirkan pelayanan terbaik bagi umat,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, H. Suardi Kandjai, dalam laporannya beliau menyebutkan bahwa jumlah ASN di lingkungan Kemenag Kabupaten Banggai saat ini mencapai 624 orang, yang terdiri dari 322 ASN dan 302 PPPK, tersebar di 24 kecamatan. Ia menegaskan bahwa pembinaan ASN terus dilakukan secara rutin, salah satunya melalui pelaksanaan apel Hari Kesadaran Nasional setiap tanggal 17 yang dirangkaikan dengan pembinaan oleh para pejabat.

“Setiap tanggal 17, kami jadwalkan seluruh pejabat turun langsung melakukan pembinaan di kecamatan. Ini menjadi bagian dari penguatan disiplin dan tanggung jawab ASN,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kedisiplinan kerja sesuai regulasi yang berlaku, termasuk pemenuhan jam kerja ASN selama 37,5 Jam per minggu sebagaimana yang telah diatur berdasarkan Perpres No. 21 Tahun 2023 . Menurutnya, sistem absensi yang diterapkan saat ini menjadi instrumen penting dalam mengukur kinerja dan tanggung jawab pegawai.
“Ketentuan jam kerja ini tidak bisa ditawar. Ini menjadi dasar dalam menilai kinerja ASN, sekaligus bentuk komitmen kita terhadap tugas dan tanggung jawab,” tegasnya.
Pembinaan ini menjadi momentum penguatan komitmen ASN Kemenag Banggai untuk terus berbenah, baik dari sisi integritas, kompetensi, maupun disiplin kerja. Dengan dukungan pembinaan berkelanjutan, budaya kerja yang positif, serta semangat kebersamaan, ASN diharapkan mampu memberikan pelayanan yang profesional, cepat, dan berdampak nyata pada masyarakat.

