Logo
16 Agustus 2026 23:53:0 236

Peringati HUT ke-81 RI, IPARI Sulteng Berbagi Paket Cinta Negeri

Ket: Kakanwil Junaidin serahkan paket Cinta Negeri secara simbolis kepada salah satu penerima


Palu (Kemenag Sulteng) - Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Sulawesi Tengah merangkaikan kegiatan Berbagi Paket Cinta Negeri dalam doa bersama lintas agama untuk negeri sambut HUT ke-81 RI yang digelar di halaman Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, Minggu (16/8/2026). 

Berdasarkan data yang dilaporkan Ketua PW IPARI Sulteng Lulu Sarini, pembagian paket dilakukan di Kota Palu sebanyak 40 paket, Kabupaten Sigi 40 paket, Kabupaten Donggala 50 paket, Kabupaten Poso 15 paket, Kabupaten Parigi Moutong 20 paket, Kabupaten Banggai 20 paket, Kabupaten Morowali 20 paket, Kabupaten Morowali Utara 20 paket, dan Kabupaten Tojo Una-Una 100 paket.

Lulu mengatakan, kegiatan berbagi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai agama melalui kepedulian kepada masyarakat.

"Agama harus hadir membawa kedamaian serta kemaslahatan bagi masyarakat. Karena itu, hari ini kita tidak hanya berdoa, kita juga berbagi, kita menghadirkan IPARI Berbagi Paket Cinta Negeri," ujar Lulu.

Ia mengatakan, bantuan yang diberikan mungkin sederhana dari sisi nilai barang, tetapi memiliki makna persaudaraan bagi penerimanya.

"Mungkin jika kita melihat dari nilai barangnya, ini bukanlah sesuatu yang besar. Nilai sebuah bantuan tidak hanya terletak pada apa yang diberikan, melainkan pada ketulusan nyata itu. Satu paket mungkin sederhana, tetapi diberikan dengan cinta yang menjadi tanda persaudaraan," katanya.

Ketua PW IPARI Sulteng, Lulu Sarini.

Lulu menjelaskan, penerima paket berasal dari kelompok yang selama ini mengabdikan diri dalam pendidikan keagamaan, pelayanan rumah ibadah, penyuluhan agama, hingga masyarakat yang terdampak bencana.

"Paket Cinta Negeri ini sasarannya kami berikan kepada guru-guru TPQ yang selama ini mengabdikan diri mendidik generasi bangsa, kepada guru-guru sekolah minggu, guru-guru di sekolah-sekolah Hindu, penyuluh agama honorer yang terus mengabdi dengan segala keterbatasannya, marbot rumah ibadah, para penyintas korban bencana gempa di Palolo, Kabupaten Sigi, dan panti-panti jompo yang berada di Kabupaten Poso," jelasnya.

"IPARI se-Provinsi Sulawesi Tengah ini serentak memberikan Paket Cinta Negeri. Semua IPARI di wilayah Sulawesi Tengah, di kabupaten dan kota, terlibat untuk berbagi," tutur Lulu.

Menurut Lulu, kepedulian sosial merupakan bentuk nyata dari kerukunan yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kerukunan tidak boleh berhenti pada kata-kata. Kerukunan harus menjadi tindakan. Kalau kita mengatakan kita rukun, maka kita harus saling membantu. Kalau kita mengatakan kita bersaudara, maka kita harus mau saling menguatkan," ujarnya.

Ia juga mengajak para penyuluh agama untuk memperluas pengabdian dengan hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan.

"Masyarakat tidak hanya membutuhkan kita ketika mereka ingin mendapatkan pemahaman agama. Masyarakat juga membutuhkan kita ketika mereka sedang menghadapi kesulitan. Karena itu, saya selalu berharap agar para penyuluh agama tidak hanya dikenal sebagai orang yang pandai berbicara tentang kebaikan, tetapi juga dikenal sebagai orang yang mau melakukan kebaikan," katanya.

Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Junaidin mengatakan, kegiatan berbagi yang diprakarsai IPARI menjadi salah satu bentuk kepedulian yang dapat mengisi peringatan kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat.

"Di sela-sela kegiatan kita memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ini, teman-teman IPARI melaksanakan kegiatan sosial dengan pembagian Paket Cinta Negeri. Semua IPARI di wilayah Sulawesi Tengah, di kabupaten dan kota, terlibat untuk berbagi," ujar Junaidin.

Ia berharap semangat berbagi tersebut terus tumbuh sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Lulu mengajak seluruh pihak untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai awal dari gerakan berbagi yang lebih luas.

"Mari kita jadikan Paket Cinta Negeri ini sebagai awal, bukan akhir. Mari kita terus berbagi, mari kita terus hadir, mari kita terus bekerja sama dengan semua pihak. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi keberkahan bagi yang memberi dan manfaat bagi yang menerima," pungkasnya.

Doa bersama yang menjadi kegiatan utama tersebut dibawakan oleh masing-masing penyuluh agama lintas agama Kementerian Agama. Selain untuk kemerdekaan RI, doa juga ditujukan bagi saudara-saudara yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).


Editor: Monica
Fotografer: Humas Ahsan

HUBUNGI KAMI

JL. Prof Moh Yamin, Birobuli Utara, Kec. Palu Selatan Kota Palu, Sulawesi Tengah 94231

0811-5880-7272

kanwilsulteng@kemenag.go.id

TAUTAN TERKAIT

CHAT KAMI (Klik Sekarang)

Beranda

Download Informasi Penting

PPID

Permohonan Data

IKUTI KAMI
Statistik Pengunjung
👤 User Aktif (Realtime)
0
📅 Total Hari Ini 0
🗓️ Total Bulan Ini 0
🌍 Total Keseluruhan 405,579

Delay data User Aktif (10 detik - 1 menit)

Delay data Total (1 jam - 24 jam)



2023 © Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah HTML Codex