Kasubdit KSKK Tutup Bimtek KBC, Peserta Siap Bawa Semangat Cinta ke Madrasah
Ket: Kepala Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah, Kementerian Agama RI, Abdul Basit, didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Muh. Syamsu Nursi
Palu (Kemenag Sulteng) - Sebanyak 137 peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) didorong menjadi penggerak penerapan nilai-nilai cinta di madrasah masing-masing. Hal tersebut disampaikan Kepala Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah, Kementerian Agama RI, Abdul Basit, saat menutup kegiatan di salah satu Hotel di Kota Palu, Rabu (12/8/2026).
Bimtek yang sudah berlangsung selama tiga hari, menjadi ruang bagi peserta untuk memperkuat pemahaman, wawasan, dan pengalaman dalam mengimplementasikan KBC di lingkungan madrasah.
Peserta berasal dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, terdiri atas Ketua Kelompok Kerja Pengawas Madrasah (Pokjawas) kabupaten/kota, Kepala Seksi Pendidikan Islam kabupaten/kota, kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum jenjang MI, MTs, dan MA, serta beberapa kepala madrasah swasta.
Abdul Basit mengatakan, peserta yang mengikuti Bimtek memiliki peran penting karena berada di garis depan dalam menentukan arah pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.
“Pokoknya, masa depan anak-anak kita, masa depan Sulawesi Tengah, masa depan bangsa kita ada di tangan Bapak dan Ibu semua. Mereka yang akan kita lahirkan dari madrasah kita,” ujarnya.
Ia mengajak guru, dan ASN Kementerian Agama menjadi agen utama dalam menyebarkan nilai-nilai cinta, empati, dan kepedulian sosial. Nilai tersebut, kata dia, tidak hanya diterapkan di lingkungan madrasah, tetapi juga dibawa dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kita ingin melahirkan anak-anak Indonesia yang produktif,” ungkapnya.
Menurut Abdul Basit, pendidikan berbasis cinta harus mampu menumbuhkan sikap toleran, kepedulian terhadap sesama, serta kecintaan terhadap lingkungan dan seluruh makhluk.
Salah seorang peserta dari MTsN 3 Kota Palu mengaku memperoleh banyak pencerahan selama mengikuti Bimtek. Ia menilai materi yang disampaikan para narasumber memberikan pemahaman baru mengenai bagaimana nilai-nilai cinta dapat diterapkan dalam proses pendidikan.
Ia berkomitmen mengimbaskan pengetahuan yang diperoleh kepada guru dan tenaga kependidikan lainnya di madrasah tempatnya mengabdi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Syamsu Nursi, meminta peserta tidak berhenti pada pemahaman yang diperoleh selama Bimtek.
“Ilmu yang sudah didapatkan agar terus disebarluaskan di tempat Bapak dan Ibu masing-masing. Kita ingin melahirkan anak-anak yang cerdas, akhlaknya baik, imannya kuat, dan memiliki nilai-nilai kebaikan,” katanya.
Syamsu Nursi menjelaskan, Bimtek KBC bertujuan memberikan pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan kepada peserta untuk memahami serta menginternalisasi nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta.
implementasi KBC di madrasah tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk peserta didik yang memiliki karakter, toleransi, empati, kepedulian sosial, serta kecintaan kepada sesama dan lingkungan.
Penutupan Bimtek menjadi awal bagi peserta untuk membawa ilmu dan semangat ke madrasah masing-masing, sehingga Kurikulum Berbasis Cinta benar-benar hadir dan dirasakan dalam kehidupan warga madrasah.