Logo
Dibuat oleh: Monica
25 Maret 2026 15:25:0 19

Takjil Ramadan: Makna, Sejarah, dan Perkembangannya di Indonesia

Ket: Sumber gambar: Pinterest


Penulis: Fitriah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako Palu

Istilah takjil sudah sangat akrab di tengah masyarakat Indonesia, khususnya saat bulan Ramadan. Banyak orang memahami takjil sebagai makanan atau minuman untuk berbuka puasa, seperti kolak, kurma, atau es buah. Namun, secara makna asli, takjil sebenarnya memiliki arti yang lebih dalam dari sekadar hidangan berbuka.

Secara etimologis, kata takjil berasal dari bahasa Arab ‘ajjala – yu’ajjilu – ta’jīlan

(عجل – يعجل – تعجيلاً) yang berarti “menyegerakan” atau “mempercepat”. Dalam konteks ibadah puasa, takjil merujuk pada anjuran untuk menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Maghrib telah tiba. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

"Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut menegaskan bahwa menyegerakan berbuka merupakan sunnah yang dianjurkan karena mengandung kebaikan dan keberkahan. Dengan demikian, esensi takjil sebenarnya terletak pada tindakan menyegerakan berbuka, bukan pada jenis makanan yang dikonsumsi.

Namun, seiring berjalannya waktu, makna takjil di Indonesia mengalami pergeseran. Karena masyarakat terbiasa menyegerakan berbuka dengan hidangan pembuka, kata takjil kemudian diasosiasikan dengan makanan yang disantap saat berbuka. Dari yang awalnya bermakna tindakan, kini takjil lebih dikenal sebagai nama hidangan pembuka puasa.

Tradisi menyediakan hidangan berbuka sebenarnya sudah ada sejak lama di Nusantara. Dalam catatan perjalanan Snouck Hurgronje pada tahun 1891–1892 di Aceh, disebutkan adanya kebiasaan masyarakat berbuka puasa bersama di masjid dengan menu khas ie bu peudah atau bubur pedas. Tradisi serupa juga ditemukan di Minangkabau melalui tradisi Maanta Pabukoan, yaitu penyediaan hidangan berbuka sebagai bentuk kebersamaan dan silaturahmi.

Seiring waktu, tradisi takjil semakin berkembang dan beragam, mengikuti kekayaan budaya lokal di berbagai daerah di Indonesia. Dari yang awalnya sederhana, kini takjil hadir dalam berbagai bentuk dan variasi, mencerminkan kreativitas sekaligus identitas kuliner masyarakat.

Meski mengalami pergeseran makna, penting untuk memahami bahwa esensi takjil dalam ajaran Islam tetap berkaitan dengan anjuran menyegerakan berbuka puasa. Oleh karena itu, memahami makna asli takjil tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membantu kita menjalankan ibadah dengan lebih baik.

Pada akhirnya, takjil bukan sekadar hidangan berbuka, melainkan juga simbol kebersamaan, rasa syukur, dan kepedulian sosial yang tumbuh dalam tradisi Ramadan di Indonesia. Dengan memahami maknanya secara utuh, kita dapat menjaga keseimbangan antara nilai syariat dan kekayaan budaya yang telah berkembang di masyarakat.

Rujukan: Liputan6.com

Tags terkait: Bimas Islam
HUBUNGI KAMI

JL. Prof Moh Yamin, Birobuli Utara, Kec. Palu Selatan Kota Palu, Sulawesi Tengah 94231

0811-5880-7272

kanwilsulteng@kemenag.go.id

TAUTAN TERKAIT

CHAT KAMI (Klik Sekarang)

Beranda

Download Informasi Penting

PPID

Permohonan Data

IKUTI KAMI
Statistik Pengunjung
👤 User Aktif (Realtime)
0
📅 Total Hari Ini 494
🗓️ Total Bulan Ini 11,780
🌍 Total Keseluruhan 342,182

Delay data User Aktif (10 detik - 1 menit)

Delay data Total (1 jam - 24 jam)



2023 © Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah HTML Codex