Kakanwil Kemenag Sulteng Tekankan Soliditas dan Pengabdian Spiritual ASN di Morowali
Ket: Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Junaidin, S.Ag., MA
Morowali (Kemenag Sulteng) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, menekankan pentingnya soliditas dan keikhlasan aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan pelayanan publik, khususnya di tengah dinamika pertumbuhan penduduk di Kabupaten Morowali.
Penegasan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Morowali yang dirangkaikan dengan peresmian Gedung Ruang Kegiatan Belajar (RKB) MTs Negeri 1 Morowali, pengukuhan pengurus Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kabupaten Morowali masa bakti 2026–2031, serta pembinaan ASN di lingkungan Kementerian Agama setempat. Senin (20/4/2026)
"Pengabdian kita bukan sekadar administrasi kosong. Ikhlas Beramal sebagai motto kementerian harus dimaknai sebagai pengabdian spiritual untuk mengharap ridha Tuhan," ujar Junaidin.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengimplementasikan program prioritas “8 Asta Protas” sebagai bagian dari penguatan kinerja kelembagaan.
Dalam kesempatan tersebut, Junaidin menyoroti tantangan demografi di Morowali sebagai kawasan industri yang mengalami pertumbuhan pesat. Kepala Kantor Kemenag Morowali, Marwiah, menyebutkan bahwa jumlah penduduk meningkat signifikan dari sekitar 70.000 jiwa enam tahun lalu menjadi 200.000 jiwa pada 2026.

"Pertumbuhan penduduk yang masif ini berimplikasi pada kebutuhan ruang belajar di madrasah. Bantuan gedung dari pemerintah ini merupakan bentuk afirmasi yang sangat dinantikan untuk memenuhi hak pendidikan siswa di Morowali," kata Marwia.
Ia menambahkan, saat ini terdapat sekitar 213 ASN Kementerian Agama yang melayani kebutuhan keagamaan dan pendidikan di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah turut memberikan dukungan terhadap peningkatan fasilitas pendidikan. Staf Ahli Bupati Morowali Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Abdul Wahid Hasan, yang mewakili Bupati Morowali, mendorong tenaga pendidik untuk meningkatkan profesionalisme dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.
.jpeg)
"Kami meminta Kepala Kantor Kemenag segera mengajukan proposal kepada Pemda untuk bantuan fasilitas pendidikan guna menunjang kualitas SDM kita," tutur Abdul Wahid.
Selain sektor pendidikan, penguatan ketahanan keluarga juga menjadi perhatian melalui pengukuhan pengurus BP4 Morowali. Ketua BP4 Sulawesi Tengah, Sagaf S. Pettalongi, secara simbolis menyerahkan pataka organisasi kepada pengurus yang baru.
.jpeg)
Sebagai mitra strategis Kementerian Agama, BP4 diharapkan berperan aktif dalam menekan angka perceraian dan meningkatkan keharmonisan rumah tangga. Junaidin meminta Kantor Urusan Agama (KUA) di tingkat kecamatan untuk melibatkan BP4 dalam pembekalan calon pengantin.
"Ketahanan keluarga adalah fondasi ketahanan sosial. BP4 harus hadir memberikan solusi atas problematika pernikahan di masyarakat," tambah Sagaf.
Kegiatan yang dipusatkan di MTsN 1 Morowali tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Syamsu Nursi, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Irwan, pengurus BP4, serta ASN Kementerian Agama setempat.
Peresmian gedung RKB ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti, yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Menteri Agama Republik Indonesia di Palu pada awal April lalu.
(Penulis: Hasbianto)
