MTsN 1 Kota Palu Resmi Mulai Supervisi Akademik, Perkuat Mutu Madrasah Piloting Kurikulum Berbasis Cinta
Ket: Pelaksanaan Supervisi Akademik MTs N 1 Palu
HUMAS MTs N 1 Palu – Pelaksanaan supervisi akademik di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Palu resmi dimulai dengan penuh semangat kebersamaan dan komitmen tinggi. Acara pembukaan kegiatan ini dilangsungkan secara khidmat di Aula MTsN 1 Kota Palu pada Kamis, 6 Agustus 2026, serta dihadiri secara antusias oleh seluruh jajaran dewan guru dan tenaga kependidikan.
Kepala MTsN 1 Kota Palu, Hj. Basria, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan syukur karena MTsN 1 Kota Palu telah dipercaya menjadi madrasah piloting atau percontohan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta. Beliau menegaskan bahwa kepercayaan ini harus dijawab dengan kesungguhan, profesionalisme serta dedikasi tinggi dari seluruh unsur guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran yang sarat dengan nilai kasih sayang dan penguatan karakter.
Kegiatan supervisi akademik ini merupakan bentuk nyata tindak lanjut dari hasil pembinaan kepada dewan guru terkait penguatan administrasi akademik Kurikulum Berbasis Cinta yang sebelumnya telah disampaikan secara mendalam oleh Pengawas Pembina, Ibu Hj. Rahmilia, S.Pd., M.Pd. Melalui program ini, madrasah berkomitmen penuh untuk terus memperkuat fondasi pedagogis yang berakar pada nilai-nilai empati, kedisiplinan, dan kasih sayang dalam membimbing peserta didik.
Acara pembukaan tersebut secara resmi dibuka oleh Kelompok Kerja Pengawas (Pokjwas) Kementerian Agama Kota Palu yang dalam kesempatan penting ini diwakili dengan baik oleh Ibu Nurhayati Nadra, S.Pd., M.Pd. Kehadiran perwakilan Pokjwas memberikan motivasi serta dorongan tersendiri bagi seluruh civitas akademika madrasah untuk senantiasa memberikan kinerja terbaik.
Dalam arahannya yang inspiratif, Nurhayati Nadra menekankan pentingnya pelaksanaan supervisi akademik sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan mutu dan profesionalisme tenaga pendidik secara berkelanjutan. Menurutnya, supervisi sama sekali bukanlah ajang untuk mencari-cari kesalahan guru, melainkan wadah pendampingan profesional dan evaluasi bersama guna mengoptimalkan proses pembelajaran di dalam kelas agar menjadi jauh lebih berkualitas, bermakna, serta berpusat penuh pada murid.