Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Mendesain Pembelajaran Mendalam dan Penguatan Nilai Cinta Guna Mewujudkan Madrasah Berbasis Cinta
Ket: Foto Bersama Pemateri H. Shofar Sholahudin Bisri, S. Ag., M. Pd
HUMAS MTs N 1 KOTA PALU _ MTsN 1 Kota Palu bersama Kelompok Kerja Madrasah (KKM) dan MTsN 4 Kota Palu sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan strategis yang terlaksana atas inisiasi Kepala MTsN 1 Kota Palu, Hj. Basria, S.Ag., M.Pd.I., ini bertempat di aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Palu, Dr. H. Ahmad Hasni, M.Pd., pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Dalam arahannya, Dr. H. Ahmad Hasni, M.Pd., menekankan bahwa transformasi pendidikan di madrasah harus berpijak pada penguatan akhlak dan keteladanan. Beliau menegaskan bahwa kurikulum bukan sekadar instrumen administratif, melainkan perangkat untuk memanusiakan manusia, sehingga setiap guru diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menanamkan nilai cinta dalam interaksi di kelas. Sebagai wujud komitmen kolektif, di sela-sela pembukaan kegiatan, Kepala Kantor Kemenag Kota Palu bersama pemateri, Kasi Pendis Kemenag Kota Palu, Ketua Pokjawas, Pengawas Pembina, serta seluruh guru secara khidmat menandatangani Pakta Integritas Madrasah Berbasis Cinta.
Pelaksanaan bimtek ini difokuskan pada upaya merancang model pembelajaran mendalam yang secara integratif memadukan penguatan nilai karakter dengan nilai-nilai cinta sebagai fondasi utama pendidikan. Hj. Basria, S.Ag., M.Pd.I., selaku Kepala Madrasah, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme para pendidik dalam mengikuti rangkaian kegiatan ini.
Untuk memastikan kualitas materi, panitia menghadirkan H. Shofar Sholahudin Bisri, S.Ag., M.Pd., seorang pakar yang aktif sebagai Instruktur Nasional Pembelajaran Mendalam sekaligus bagian dari Tim Pengembang Kurikulum Merdeka. Melalui pendekatan akademik yang sistematis, narasumber memaparkan strategi desain pembelajaran yang mengutamakan kedalaman pemahaman materi melalui pendekatan berbasis empati. Implementasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem madrasah yang tidak hanya mengedepankan aspek kognitif, tetapi juga menumbuhkan karakter mulia murid secara holistik, reflektif, serta memiliki kedalaman spiritual yang selaras.