Logo
17 Agustus 2026 23:57:41 59

Mengenal Sosok Septiana S. Arif, Satu-satunya Paskibraka Asal MAN Buol Tahun 2026

Ket: Dokumentasi Septiana S Arif satu-satunya Paskibraka asal MAN Buol tahun 2026.


MAN Buol (Kemenag Sulteng) - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Buol tahun 2026 menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Septiana S. Arif, murid MAN Buol. Remaja kelahiran Buol, 16 September 2010 tersebut berhasil melewati rangkaian panjang seleksi dan dipercaya menjadi salah satu dari 32 anggota Paskibraka Kabupaten Buol tahun 2026.

Keberhasilan Septiana menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Buol tentu tidak diraih dengan mudah. Sebelum sampai pada tahap akhir, ia harus melewati berbagai tahapan seleksi yang cukup ketat. Septiana awalnya tidak berjuang sendirian. Ia bersama Moh. Fajrul A. Haruna dan belasan murid lainnya dari MAN Buol turut mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Kabupaten Buol.

Namun, perjalanan sebagian besar peserta dari MAN Buol harus terhenti pada tahap awal, terutama ketika mengikuti seleksi tinggi badan. Septiana dan Fajrul menjadi dua murid MAN Buol yang berhasil bertahan hingga tahapan seleksi berikutnya.

Pada awal Februari 2026, keduanya mengikuti tes akademik yang meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk mengukur pemahaman peserta terhadap nilai-nilai kebangsaan serta Tes Intelegensia Umum (TIU) yang bertujuan mengukur kemampuan logika dan penalaran.

Hasilnya cukup membanggakan. Ketika pengumuman seleksi disampaikan pada April 2026, Septiana dan Fajrul masih dinyatakan lolos dengan nilai yang memuaskan. Perjuangan mereka pun berlanjut ke tahapan seleksi berikutnya, yakni tes kesamaptaan, wawancara, dan pemeriksaan kesehatan.

Dari sekitar 98 peserta calon Paskibraka Kabupaten Buol yang mengikuti proses seleksi, jumlahnya terus berkurang seiring dengan ketatnya tahapan yang harus dilewati. Hingga pada tahap tertentu, hanya tersisa 34 peserta yang masih memiliki peluang untuk menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera Kabupaten Buol.

Sayangnya, perjalanan Fajrul harus berhenti pada seleksi fisik. Ia dinyatakan tidak lolos setelah mengikuti tes lari selama 12 menit tanpa henti mengelilingi area lapangan. Dengan demikian, Septiana menjadi satu-satunya wakil MAN Buol yang berhasil melanjutkan perjuangan hingga tahap akhir.

Sejak saat itu, Septiana harus melanjutkan perjuangannya tanpa didampingi rekan seperjuangannya dari MAN Buol. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya kehilangan semangat. Ia tetap optimis, menjalani setiap proses dengan disiplin, dan terus berusaha memberikan kemampuan terbaik hingga akhirnya berhasil masuk dalam 32 anggota Paskibraka Kabupaten Buol tahun 2026.

Puncak perjuangan Septiana berlangsung pada Senin (17/8/2026), ketika ia bersama anggota Paskibraka lainnya mendapat tugas utama mengiringi proses pengibaran Bendera Merah Putih dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Bupati Buol. Tidak berhenti di sana, para anggota Paskibraka kembali menjalankan tugas pada sore hari dalam upacara penurunan bendera.

Bagi Septiana, menjadi Paskibraka bukan sekadar tentang mengenakan seragam dan berdiri dalam barisan. Di balik tugas tersebut terdapat proses panjang yang mengajarkan kedisiplinan, ketahanan mental, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian untuk terus melangkah meskipun harus menghadapi berbagai tantangan.

Sementara bagi Fajrul, pengalaman mengikuti seleksi Paskibraka juga menjadi pembelajaran yang tidak kalah berharga. Meskipun belum berhasil mencapai tahap akhir, ia telah menunjukkan keberanian untuk mengikuti proses seleksi dan bertahan melewati sejumlah tahapan yang tidak mudah.

Kisah Septiana dan Fajrul memberikan pelajaran bahwa keberhasilan dan kegagalan merupakan dua kemungkinan dari sebuah proses perjuangan. Tidak seorang pun menginginkan kegagalan dalam perjalanan menuju kesuksesan. Namun, kegagalan bukan berarti akhir dari segalanya. Justru melalui kegagalan, seseorang dapat belajar mengenali kekurangan, memperbaiki diri, dan menjadi pribadi yang lebih matang dalam menghadapi tantangan.

Demikian pula dengan Septiana. Ketika rekan seperjuangannya harus berhenti, ia memilih untuk terus melangkah. Keteguhan tersebut akhirnya membawanya sampai pada sebuah pencapaian yang membanggakan, yakni menjadi satu-satunya murid MAN Buol yang berhasil menjadi anggota Paskibraka tingkat Kabupaten Buol tahun 2026.

Kisah keduanya menjadi pengingat bagi murid-murid MAN Buol bahwa setiap perjuangan memiliki nilai, baik ketika berakhir dengan keberhasilan maupun ketika harus menerima kegagalan. Sebab, terkadang kehidupan menempatkan seseorang pada jalan yang berbeda agar ia menemukan pengalaman dan kesuksesan dalam bentuk yang lain.

Selamat kepada Septiana S. Arif atas pencapaiannya sebagai satu-satunya Paskibraka tingkat Kabupaten Buol asal MAN Buol tahun 2026. Semoga pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk terus tumbuh menjadi generasi muda yang disiplin, tangguh, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi madrasah, daerah, dan bangsa. (SH-MANBuol)

HUBUNGI KAMI

JL. Prof Moh Yamin, Birobuli Utara, Kec. Palu Selatan Kota Palu, Sulawesi Tengah 94231

0811-5880-7272

kanwilsulteng@kemenag.go.id

TAUTAN TERKAIT

CHAT KAMI (Klik Sekarang)

Beranda

Download Informasi Penting

PPID

Permohonan Data

IKUTI KAMI
Statistik Pengunjung
👤 User Aktif (Realtime)
0
📅 Total Hari Ini 0
🗓️ Total Bulan Ini 10,516
🌍 Total Keseluruhan 405,764

Delay data User Aktif (10 detik - 1 menit)

Delay data Total (1 jam - 24 jam)



2023 © Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah HTML Codex