98 PPPK Kanwil Kemenag Sulteng, Kemenag Palu, dan Kemenag Sigi Ikuti Pembukaan Orientasi Secara Daring
Ket: Suasana pembukaan Orientasi PPPK Tahun 2026 di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Selasa (18/8/2026).
Palu (Kemenag Sulteng) - Sebanyak 98 PPPK Tahap 2 dan PPPK Paruh Waktu di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Kantor Kementerian Agama Kota Palu, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sigi mengikuti pembukaan Orientasi PPPK Tahun 2026 secara daring, Selasa (18/8/2026). Para peserta mengikuti kegiatan tersebut dari Aula Kantor Kementerian Agama Kota Palu.
Keikutsertaan tiga satuan kerja itu merupakan bagian dari pelaksanaan pembukaan orientasi secara nasional. Surat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan Kota Palu sebagai Titik Kumpul 1 bagi peserta dari Kanwil Kemenag Sulteng, Kemenag Kota Palu, dan Kemenag Kabupaten Sigi.
Orientasi diarahkan untuk membekali PPPK dengan pemahaman mengenai tugas dan fungsi ASN serta nilai dan etika yang berlaku pada instansi pemerintah, khususnya Kementerian Agama. Materinya mencakup pengenalan organisasi dan tata kerja, jabatan, manajemen kinerja organisasi, serta penerapan fungsi dan tugas ASN di tempat kerja.
Dalam arahannya pada pembukaan nasional, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., menekankan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan mutu layanan pemerintah.
“Masyarakat mengharapkan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, mudah diakses, dan mampu memberikan solusi,” ujarnya.
Ali Ramdhani juga mengingatkan para peserta agar menjaga integritas dan disiplin. ASN, menurutnya, menjalankan peran sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan, serta perekat dan pemersatu bangsa.
Bagi 98 peserta dari tiga satuan kerja Kementerian Agama di Sulawesi Tengah tersebut, orientasi menjadi tahap awal untuk menyelaraskan pelaksanaan tugas dengan nilai, etika, dan standar pelayanan publik. Pemahaman itu diharapkan menjadi landasan dalam menjalankan tanggung jawab di unit kerja masing-masing.


