Hari Pertama Bimtek KBC di Buol, Guru Antusias Dalami Panca Cinta dan Pemanfaatan Gemini AI
Ket: Dokumentasi Peserta Bimtek KBC hari Pertama di Gedung Aula Assa'adah MAN Buol.
Buol (Kemenag Sulteng) - Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan hari pertama Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru RA dan madrasah se-Kabupaten Buol. Sebanyak 106 peserta mengikuti materi secara aktif, mulai dari penguatan konsep Panca Cinta hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk membantu guru merancang pembelajaran.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Assa’adah MAN Buol, Sabtu (26/9/2026), tersebut menghadirkan H. Shofar Solahudin Bisri, anggota Tim Pengembang Kurikulum Madrasah pada Direktorat KSKK Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, yang juga merupakan instruktur nasional Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Kemenag RI.
Sekretaris Panitia Kegiatan, Aqil Budiaji, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan pada hari pertama diawali dengan pembukaan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol. Setelah itu, peserta langsung mengikuti materi utama mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang berfokus pada penanaman kasih sayang dan penguatan karakter melalui konsep Panca Cinta berdasarkan KMA Nomor 1503 Tahun 2025.
“Hari pertama, setelah acara pembukaan, para peserta yang berjumlah 106 orang langsung menerima materi dari Bapak Shofar Solahudin Bisri, seorang instruktur nasional Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning Kemenag RI,” jelas Aqil.
Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari peserta. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan yang menunjukkan ketertarikan peserta untuk memahami lebih jauh penerapan KBC dalam proses pembelajaran di madrasah.
Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas), Ruhuddin, yang memandu jalannya penyampaian materi hingga menjelang waktu salat Ashar.
Salah seorang peserta dari MAN Buol, Agusnawati, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut bersama lima rekan kerjanya. Menurutnya, Bimtek tidak hanya memberikan tambahan wawasan mengenai implementasi KBC, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bertemu langsung dengan narasumber yang selama ini dikenal melalui kiprahnya dalam pengembangan kurikulum madrasah.
“Alhamdulillah, sangat senang bisa bertemu langsung dengan salah satu anggota tim penyusun Buku KMA 1503, Bapak Shofar Solahudin Bisri, yang telah jauh-jauh datang ke Kota Buol dengan menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Kota Tegal,” ujarnya.
Selain membahas konsep dan implementasi KBC, Shofar juga memperkenalkan sejumlah teknik penyusunan prompt pada Gemini AI yang dapat dimanfaatkan guru dalam mendukung pekerjaan pembelajaran. Salah satunya digunakan untuk membantu merancang tujuan pembelajaran dalam bentuk Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (IKTP).
Peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan prompt untuk menyusun Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) secara lebih runtut, operasional, dan terukur dengan mengacu pada rumusan Tujuan Pembelajaran dalam pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta.
Bagi peserta, materi tersebut menjadi pengalaman baru yang relevan dengan kebutuhan guru di era transformasi digital. Pemanfaatan AI tidak ditempatkan sebagai pengganti peran guru, tetapi sebagai alat bantu yang dapat mendukung guru dalam menyiapkan perangkat dan proses pembelajaran secara lebih efektif.
Menariknya, meskipun kegiatan berlangsung cukup panjang hingga pukul 16.00 WITA, suasana Bimtek tetap terasa hidup. Tidak tampak wajah lelah dari para peserta. Shofar yang juga merupakan Pengawas Madrasah Aliyah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal mampu menciptakan suasana belajar yang santai melalui penyampaian materi yang diselingi humor.
Suasana tersebut membuat peserta tetap fokus sekaligus menikmati proses belajar. Sesekali terdengar tawa di dalam ruangan ketika narasumber menyelipkan humor di tengah materi, tanpa mengurangi substansi pembelajaran.
Hari pertama Bimtek KBC pun menjadi ruang belajar bersama bagi para guru RA dan madrasah di Kabupaten Buol untuk memperkuat pemahaman tentang pendidikan berbasis cinta, karakter, pembelajaran mendalam, sekaligus membuka wawasan baru mengenai pemanfaatan teknologi AI secara bijak dalam mendukung tugas profesional guru. (SH-MANBuol)