Logo
22 September 2026 11:46:0 653

Kakanwil Kemenag: Jabatan Bukan Soal Kedudukan, tapi Amanah yang Harus Dipertanggungjawabkan

Ket: Prosesi Pelantikan


Palu (Kemenag Sulteng)— Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, menegaskan bahwa pelantikan pejabat bukan sekadar seremoni pergantian atau pengisian jabatan, tetapi momentum penyerahan amanah dan tanggung jawab untuk memastikan pelayanan publik serta roda organisasi berjalan semakin baik.

Hal itu disampaikan Junaidin saat melantik dan mengambil sumpah 13 pejabat pengawas dan pejabat fungsional di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah di Aula Kanwil Kemenag Sulteng, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, setiap pelantikan harus dimaknai sebagai momentum untuk mengingat kembali tanggung jawab yang melekat pada jabatan.

“Kita tentu tidak hanya mengikuti seremoni pelantikan, tetapi sekaligus menjadi saksi diserahkannya sebuah tugas dan jabatan kepada yang dilantik. Jabatan bukanlah tanda naiknya posisi atau kedudukan seseorang, melainkan bertambahnya tanggung jawab untuk melayani, menggerakkan, dan memastikan tugas organisasi berjalan dengan baik menuju tujuan yang telah ditetapkan,” tegas Junaidin.

Kepada pejabat pengawas yang dilantik, Junaidin meminta agar fungsi pengawasan dijalankan sebagai instrumen untuk memastikan seluruh pekerjaan berlangsung tertib, benar, dan berorientasi pada pelayanan. Ia menekankan, pengawasan tidak boleh dimaknai sebatas mencari kekurangan atau kesalahan dalam pelaksanaan tugas.

“Saya berharap saudara-saudara menjadi pengendali sekaligus pengarah di unit kerja masing-masing. Tugas pengawas bukan hanya semata-mata mencari kekurangan, tetapi memastikan setiap tugas berjalan dengan benar, tertib, dan berorientasi pada pelayanan,” ujarnya.

Sementara bagi pejabat fungsional, Junaidin meminta agar kompetensi dan keahlian yang dimiliki tidak berhenti sebagai pengakuan administratif, tetapi diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat.

“Jadikan keahlian itu sebagai kekuatan untuk menghadirkan profesionalisme. Jadikan kompetensi sebagai kekuatan untuk menghadirkan kualitas layanan,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa jabatan fungsional merupakan ruang pembuktian bahwa keahlian seseorang dapat memberikan manfaat nyata.

“Jabatan fungsional bukan hanya sekadar pengakuan atas kompetensi seseorang, tetapi menjadi ruang untuk membuktikan bahwa keahlian itu dapat memberi manfaat yang nyata bagi organisasi dan masyarakat,” lanjutnya.

Junaidin juga meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan tugas dan fungsi masing-masing. Amanah yang diterima, kata dia, harus disikapi secara positif dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Jangan merasa berat menjalankan tugas ini. Semua harus menyesuaikan tugasnya masing-masing. Ketika selesai dilantik, segera menyesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing,” pesannya.

Selain penguasaan tugas, ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat dengan pimpinan, teman sejawat, dan seluruh rekan kerja.

Menurutnya, kebersamaan dan komunikasi yang baik akan membuat beban tugas yang berat menjadi lebih ringan.

“Bangun kebersamaan, sehingga tugas bapak ibu sekalian bisa berjalan dengan baik. Beban berat di pundak bapak ibu tentu akan terasa ringan kalau kita membangun kebersamaan dan komunikasi yang baik dengan yang lainnya,” tuturnya.

Dalam pesannya, Junaidin juga mengingatkan para pejabat agar tidak terjebak dalam zona nyaman. Sebab, setiap jabatan memiliki batas waktu dan tidak selamanya melekat pada seseorang.

Ia mengajak para pejabat untuk melihat jabatan dari perspektif pengabdian, bukan keuntungan pribadi.

“Setiap jabatan ini memiliki batas waktu. Jangan kita terus merasa berada di zona nyaman ketika sudah menjabat. Jabatan itu ada batas waktunya,” katanya.

Karena itu, ia mengingatkan agar orientasi seorang pejabat bukan pada apa yang akan diperoleh dari jabatan, melainkan apa yang dapat diberikan melalui amanah tersebut.

“Jangan bertanya tentang apa yang kita dapatkan dari jabatan, tetapi tanyakan apa yang telah kita berikan melalui jabatan yang kita pegang,” tegas Junaidin.

Sebagai aparatur Kementerian Agama, Junaidin mengingatkan bahwa tugas yang diemban memiliki dimensi pengabdian yang lebih luas. Para ASN Kemenag membawa mandat negara dalam urusan kehidupan keagamaan, sehingga pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas dan niat karena Allah SWT.

Ia berharap seluruh jajaran Kemenag Sulteng dapat menjadikan integritas, kerja sama, keteladanan, dan pelayanan sebagai fondasi dalam menjalankan tugas.

“Saya mengajak kepada pejabat yang dilantik untuk memegang teguh integritas, membangun kerja sama dengan baik, menjaga keteladanan, dan menghadirkan pelayanan Kemenag yang semakin profesional, transparan, dan humanis,” katanya.

Junaidin kemudian mengajak seluruh aparatur Kemenag untuk tidak sekadar menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi memastikan setiap pekerjaan menghadirkan manfaat dan dampak bagi masyarakat.

“Mari kita bekerja bukan hanya sekadar menyelesaikan pekerjaan, tetapi kita bekerja menghadirkan dampak dan menunaikan amanah. Kita bekerja untuk mendapatkan keberkahan,” ujarnya.

Pelantikan tersebut turut menjadi saksi Kepala Bagian Tata Usaha dan Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Sulteng. Hadir pula sejumlah Pejabat Administrator Kanwil Kemenag Sulteng serta beberapa Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah.

Sebanyak 13 pejabat pengawas dan pejabat fungsional dilantik yakni:

1. Mohamad Nur A. Lapay, S.Ag., Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Unauna.
2. Nurbaya Buyuhi, S.Ag., M.H., Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai.
3. Zubair, S.Pd.I., M.Pd., Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli.
4. Zakarias Sesa Sengko, S.Fil., Penyelenggara Katolik pada Kantor Kementerian Agama Kota Palu.
5. Adi, S.Pd., Kepala Urusan Tata Usaha MTsN 2 Tolitoli.
6. Alima Daud Taji, S.H.I., Kepala Urusan Tata Usaha MTsN 2 Tojo Unauna.
7. Muhammad Yunus, S.Pd.I., Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama pada Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli.
8. Irfan, S.Kom., Pranata Keuangan APBN Penyelia pada Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Unauna.
9. Tajudin W. Kanali, S.E, Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama pada MAN Tojo Unauna.
10. Sitti Aminah Tahir, S.Si., Pranata Keuangan APBN Penyelia pada Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kota Palu.
11. Zaenal A. Lahu, S.Sos., Pranata Keuangan APBN Penyelia pada MAN Tojo Unauna.
12. Susanty Lolok Panggula, S.E., M.M., Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama pada Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Palu.
13. Satriani, S.Kom., Pranata Keuangan APBN Penyelia pada Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi sekaligus peneguhan komitmen para pejabat yang baru dilantik untuk menjalankan amanah secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Tags: Pelantikan

Editor: -
Fotografer: -

HUBUNGI KAMI

JL. Prof Moh Yamin, Birobuli Utara, Kec. Palu Selatan Kota Palu, Sulawesi Tengah 94231

0811-5880-7272

kanwilsulteng@kemenag.go.id

TAUTAN TERKAIT

CHAT KAMI (Klik Sekarang)

Beranda

Download Informasi Penting

PPID

Permohonan Data

IKUTI KAMI
Statistik Pengunjung
User Aktif (Realtime)
0
Total Hari Ini 0
Total Kemarin 0
Total Bulan Ini 16,263
Total Keseluruhan 0
Updated 02:53:55 AM Auto 30s