Logo
22 September 2026 22:17:0 297

Junaidin Apresiasi Kemandirian Madrasah di Sigi Terapkan KBC

Ket: Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Dr. H. Juanidin, S.Ag., MA.


Palu (Kemenag Sulteng) - Di tengah efisiensi anggaran, komitmen meningkatkan mutu pendidikan madrasah tetap berjalan. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, mengapresiasi 65 madrasah di Kabupaten Sigi yang mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan pembiayaan yang ditanggung oleh masing-masing satuan pendidikan.

Apresiasi tersebut disampaikan Junaidin saat membuka workshop yang diikuti 119 peserta di salah satu hotel di Kota Palu, Selasa (22/9/2026). Menurutnya, komitmen tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak menghalangi ikhtiar madrasah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan layanan pendidikan yang lebih baik kepada peserta didik.

“Semangat seperti ini patut diapresiasi. Peningkatan kualitas pendidikan tidak boleh berhenti karena keterbatasan anggaran. Yang paling penting, manfaatnya harus kembali kepada peserta didik,” ujar Junaidin.

Ia menegaskan, implementasi KBC tidak boleh berhenti pada kegiatan workshop atau pemahaman dokumen kurikulum. Nilai-nilai cinta harus hadir dalam proses pembelajaran dan budaya madrasah sehingga dapat dirasakan langsung oleh peserta didik.

“Pendidikan tidak cukup hanya mengantarkan peserta didik untuk tahu, paham, dan mampu. Pendidikan juga harus menumbuhkan kemampuan untuk mencintai, menghargai, peduli, dan menghadirkan kemaslahatan,” katanya.

Junaidin menjelaskan, KBC merupakan perubahan paradigma pembelajaran. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai pengetahuan, tetapi menjadi teladan yang menumbuhkan empati, akhlak, dan karakter. Sementara peserta didik ditempatkan sebagai subjek pembelajaran yang diberi ruang untuk bertanya, berpikir kritis, berkreasi, bekerja sama, dan mengamalkan nilai agama dalam kehidupan.

Karena itu, ia mendorong madrasah menghadirkan pembelajaran yang aman, inklusif, dialogis, menggembirakan, dan bermakna. Menurutnya, keberhasilan KBC akan terlihat ketika nilai cinta tercermin dalam interaksi guru dan peserta didik serta budaya kehidupan sehari-hari di madrasah.

Junaidin juga meminta implementasi KBC terintegrasi dengan Asta Protas Kementerian Agama. Dengan demikian, penguatan kurikulum tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang bermutu, berkeadilan, inklusif, dan memanusiakan.

“Tujuan akhirnya bukan hanya menghasilkan peserta didik yang pintar, tetapi manusia yang berilmu dan berkarakter, mampu berkolaborasi, serta menghadirkan nilai agama dalam kehidupan dengan penuh kasih, kedamaian, dan kemaslahatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sigi, Lutfi, menyampaikan bahwa workshop tersebut merupakan tindak lanjut Bimbingan Teknis KBC yang sebelumnya dilaksanakan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sigi H. Lutfi Yunus S.Pi., M.Pd.

Kegiatan yang berlangsung 22–23 September 2026 itu bertujuan memperkuat pemahaman tentang filosofi dan implementasi KBC serta membekali kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru, dan operator dalam mengintegrasikan nilai-nilai cinta ke dalam dokumen dan praktik pembelajaran.

Lutfi menjelaskan, peserta berasal dari 65 madrasah dengan jumlah 119 orang. Sebagian besar madrasah yang mengikuti kegiatan merupakan madrasah swasta yang tidak berstatus sebagai satuan kerja (satker) pengelola anggaran pemerintah. Karena itu, pembiayaan kegiatan ditanggung oleh masing-masing satuan pendidikan melalui koordinasi dengan Seksi Pendidikan Islam Kemenag Kabupaten Sigi.

Menurut Lutfi, pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk membumikan KBC di madrasah Kabupaten Sigi agar tidak berhenti sebagai konsep, tetapi diterapkan dalam pembelajaran dan budaya madrasah.

Melalui implementasi tersebut, KBC diharapkan memberikan dampak nyata bagi peserta didik, baik dalam penguatan karakter dan akhlak maupun dalam membangun sikap peduli, menghargai perbedaan, mampu bekerja sama, serta mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan.

Komitmen madrasah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kemenag Berdampak, dengan memastikan kebijakan dan program pendidikan tidak berhenti pada kegiatan, tetapi menghasilkan perubahan yang dirasakan langsung oleh peserta didik dan masyarakat.

Foto bersama peserta KBC
Tags: -

Editor: Ferizal M. Latopada
Fotografer: Ferizal M. Latopada

HUBUNGI KAMI

JL. Prof Moh Yamin, Birobuli Utara, Kec. Palu Selatan Kota Palu, Sulawesi Tengah 94231

0811-5880-7272

kanwilsulteng@kemenag.go.id

TAUTAN TERKAIT

CHAT KAMI (Klik Sekarang)

Beranda

Download Informasi Penting

PPID

Permohonan Data

IKUTI KAMI
UNIT KERJA
Sekretariat
Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Pendidikan Madrasah
Bimbingan Masyarakat Islam
Bimbingan Masyarakat Kristen
Bimbingan Masyarakat Katolik
Pembimbing Masyarakat Hindu
Pembimbing Masyarakat Buddha
Statistik Pengunjung
User Aktif (Realtime)
0
Total Hari Ini 574
Total Kemarin 2,113
Total Bulan Ini 574
Total Keseluruhan 427,771
Updated 04:22:00 PM Auto 30s