Ladang Mengering, Iman Tetap Teguh: Penyuluh Kristen Hadir Menguatkan Keluarga
Ket: Penyuluh Agama Kristen Kemenag Banggai, Nanchy Lepong Bulan, hadir memberikan penguatan iman dan ketahanan keluarga bagi keluarga Kristen di Desa Bunga Kec. Luwuk Utara
Banggai (Kemenag Sulteng). Di tengah musim kemarau yang membuat ladang mengering dan tanaman tidak lagi memberikan hasil, semangat untuk tetap menjalani kehidupan dengan penuh pengharapan menjadi kekuatan bagi keluarga Kristen di Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara. Melalui pendampingan rohani, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Nanchy Lepong Bulan, hadir memberikan penguatan iman dan ketahanan keluarga. Jumat (30/10/2026).
Pembinaan tersebut berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh kehangatan di kediaman Keluarga Laingan-Yalaling dan Ibu Mariana Lombua. Di tengah kondisi kehidupan yang tidak mudah, rumah sederhana itu menjadi tempat berlangsungnya perjumpaan rohani yang sarat makna yang tujuan untuk memperkuat keutuhan rumah tangga, kehidupan kerohanian, serta ketahanan keluarga berdasarkan nilai-nilai Kristiani.
Dalam bimbingan tersebut, Nanchy menyampaikan Firman Tuhan yang dikutip dari Kitab Yosua 1:9: “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.”
Melalui ayat tersebut, Nanchy mengajak keluarga untuk senantiasa kuat dan teguh dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, berhati-hati dalam setiap tindakan, tidak melakukan perbuatan yang menyimpang, serta tidak melupakan Firman Tuhan. Ia juga menekankan pentingnya merenungkan dan melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, Ia memberikan perhatian khusus terhadap kondisi keluarga yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi akibat musim kemarau. Ladang yang menjadi salah satu sumber penghidupan mereka kini mengering, sementara tanaman jangka pendek yang diharapkan dapat menopang kebutuhan sehari-hari seluruhnya mengalami kegagalan dan mati akibat kekurangan air.
Kondisi tersebut tentu bukan perkara mudah untuk dijalani. Di tengah harapan yang belum membuahkan hasil dan keterbatasan yang harus dihadapi, keluarga-keluarga ini tetap berusaha menjalani kehidupan dengan iman dan pengharapan kepada Tuhan. Kesederhanaan hidup mereka menjadi gambaran bahwa ujian kehidupan tidak selalu dapat dihindari, tetapi dapat dihadapi dengan hati yang tetap percaya kepada penyertaan Tuhan.
Melihat kondisi tersebut, Ia memberikan nasihat dan penguatan agar keluarga tidak kehilangan harapan, tetap beriman, serta tidak tawar hati menghadapi kesulitan. Ia mengingatkan bahwa Tuhan senantiasa menyertai umat-Nya dalam setiap keadaan, baik ketika kehidupan berjalan sesuai harapan maupun saat berbagai ujian datang silih berganti.
“Sekalipun ladang mengering dan tanaman tidak memberikan hasil, tetaplah kuat, berdoa, dan percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertai kehidupan kita,” pesannya.
Melalui pembinaan ini, diharapkan keluarga Kristen semakin dikuatkan secara rohani, mampu menjaga keharmonisan rumah tangga, dan tetap menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat juga menjadi wujud nyata pelayanan Kementerian Agama dalam memberikan pendampingan, penguatan iman, serta menghadirkan pengharapan bagi keluarga yang membutuhkan.

