Partisipasi Survei KBC Capai 100 Persen, Kemenag Sulteng Raih Apresiasi
Ket: Piagam Penghargaan
Palu (Kemenag Sulteng) – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah menerima piagam penghargaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Kurikulum dan Kesiswaan Madrasah, Kementerian Agama RI, atas dedikasi, sinergi, dan komitmen dalam mendukung Survei Nasional Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui platform SAHABAT KBC. Capaian partisipasi survei mencapai 100 persen dengan melibatkan 800 madrasah negeri dan swasta di 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, Jumat (23/10/2026).
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas koordinasi dan kerja sama jajaran Kemenag kabupaten/kota bersama seluruh madrasah dalam mendukung pelaksanaan survei nasional. Keberhasilan ini mencerminkan kekompakan satuan pendidikan madrasah dalam menyukseskan program prioritas Kementerian Agama.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng, Muh. Syamsu Nursi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemenag kabupaten/kota, kepala madrasah, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar pendidikan madrasah di Sulawesi Tengah. Kami mengapresiasi komitmen jajaran Kemenag kabupaten/kota dan seluruh madrasah yang telah berpartisipasi dalam survei nasional. Semoga semangat kolaborasi ini terus terjaga dan menjadi penguat dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah,” ujarnya.
Berdasarkan data partisipasi, Kabupaten Banggai mencatat jumlah tertinggi dengan 126 madrasah, disusul Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 125 madrasah. Selanjutnya, Kabupaten Donggala sebanyak 77 madrasah, Kota Palu 76 madrasah, Kabupaten Tolitoli 74 madrasah, Sigi 66 madrasah, Tojo Una-Una 50 madrasah, Poso 43 madrasah, Morowali 41 madrasah, Buol 39 madrasah, Banggai Kepulauan 33 madrasah, Banggai Laut 26 madrasah, dan Morowali Utara 24 madrasah. Dengan demikian, jumlah keseluruhan madrasah yang berpartisipasi mencapai 800 satuan pendidikan.
Syamsu menjelaskan bahwa survei nasional tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperoleh gambaran mengenai implementasi KBC di lingkungan madrasah. Oleh karena itu, partisipasi dalam survei perlu diikuti dengan penguatan penerapan nilai-nilai KBC dalam proses pembelajaran dan pembentukan budaya madrasah.
Kurikulum Berbasis Cinta menekankan lima nilai utama, yaitu cinta kepada Allah Swt., sesama manusia, ilmu pengetahuan, lingkungan, dan tanah air. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari materi pembelajaran, tetapi juga tercermin dalam sikap, perilaku, dan interaksi seluruh warga madrasah.
Melalui penerapan KBC, madrasah diharapkan mampu membangun lingkungan pendidikan yang humanis, inklusif, ramah anak, dan bebas dari perundungan. Pendekatan ini juga menjadi bagian dari upaya membentuk peserta didik yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Kanwil Kemenag Sulteng berharap capaian partisipasi survei ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan pendidikan madrasah. Dengan komitmen bersama, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan terus berkembang dan membudaya dalam kehidupan madrasah di seluruh Sulawesi Tengah.