Kemenag dan Rutan Maesa Perkuat Pembinaan Kepribadian Melalui Shalat Istisqa
Ket: Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Palu, Dr. Muh. Afdhal Zainal. menyampaikan khutbah dan pembinaan keagamaan kepada petugas serta warga binaan usai pelaksanaan Shalat Istisqā’ di Rutan Kelas IIA Palu Maesa, Jumat (18/9/2026).
Palu, (Kemenag Sulteng) — Kolaborasi Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Palu dan Rutan Kelas IIA Palu Maesa terus menghadirkan penguatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Salah satunya melalui pelaksanaan Shalat Istisqa yang menjadi sarana membangun kesadaran spiritual, refleksi diri, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan rutan.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Jumat, (18/9/2026), petugas dan warga binaan mengikuti Shalat Istisqa yang dipimpin Ustadz Marjan, sementara khutbah disampaikan oleh Dr. Muh. Afdhal Zainal
Lebih dari sekadar ikhtiar memohon turunnya hujan, pelaksanaan Shalat Istisqa dimanfaatkan sebagai media pembinaan yang mengajak peserta memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui istighfar, taubat, dan muhasabah diri. Pesan tersebut tercermin dalam khutbah yang menekankan pentingnya menjadikan setiap ujian kehidupan sebagai momentum untuk kembali mendekat kepada Allah.
Kolaborasi antara Kementerian Agama Kota Palu dan Rutan Maesa menunjukkan upaya menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang menyentuh aspek spiritual warga binaan. Melalui pendekatan tersebut, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga ruang refleksi yang mendorong tumbuhnya kesadaran untuk memperbaiki diri.
Bagi warga binaan, pesan utama yang mengemuka dalam khutbah adalah bahwa setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk bertaubat dan membangun masa depan yang lebih baik. Nilai inilah yang menjadi salah satu fondasi penting dalam proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui sinergi yang terus dibangun, Kementerian Agama Kota Palu dan Rutan Kelas IIA Palu Maesa berupaya memperkuat pembinaan mental dan spiritual warga binaan sebagai bagian dari dukungan terhadap proses pembinaan kepribadian selama menjalani masa pembinaan.
