Iduladha 1447 H, Kantor Kemenag Parimo Berkurban Dua Ekor Sapi
Ket: Iduladha 1447 H, Kantor Kemenag Parimo Berkurban Dua Ekor Sapi
Parigi (Kemenag Sulteng)-Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong melaksanakan penyembelihan hewan kurban sejumlah 2 ekor sapi.
Proses penyembelihan hewan kurban dilakukan pada hari kedua setelah perayaan Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M.
Penyembelihan hewan kurban tersebut disaksikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Darsono, Ketua Majelis Ulama Indonesia kabupaten Parigi Moutong, Kepala Kantor Kementerian Haji Dan Umrah Kabupaten Parigi Moutong, Pegawai Kantor Kemenag dan Pegawai Kantor Haji dan Umrah, pada hari kamis 28 mei 2026 di halaman belakang Gedung PLHUT Kemenhu Parimo
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Darsono yang di temui sebelum pemotongan mengatakan pada tahun ini Kantor Kementerian Agama Parigi Moutong kembali bisa berkurban sejumlah 2 ekor sapi.
Dua ekor ini adalah dari pejabat dan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kemenag yang berkurban.
Ada juga dari Pegawai Kantor Kementerian Haji Dan Umrah yang ikut bergabung di kelompok kurban para pegawai Kemenag.
Iya, ini seperti kolaborasi, karena memang peralihan beberapa orang pegawai Kemenag ke Kemenhaj Parimo yang dilantik pada tahun 2026 baru beberapa bulan kemarin, ujarnya.
Darsono mengatakan Penyembelihan hewan kurban telah menjadi program tahunan yang dilaksanakan setiap momentum Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Idul Kurban oleh keluarga besar Kantor Kementerian Agama Parigi Moutong.
Hewan Qurban adalah ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim sebagai bentuk pengabdian kepada Allah Subhanahu Wataala yang telah di contohkan melalui Pengorbanan Nabi Ismail yang akan di sembelih olah Ayahnya Nabi Ibrahim atas Perintah Allah.
Kisah tersebut merupakan wujud ketundukan mereka atas perintah Allah.
Ibadah qurban melibatkan penyembelihan hewan tertentu dengan niat yang tulus, atas apa yang ditetapkanNya.
Allah Subhanahu Wataala menguji kesetiaan Nabi Ibrahim dengan memerintahkan untuk mengorbankan putra yang sangat dicintainya yaitu Nabi Ismail.
Nabi Ibrahim bersedia melaksanakan perintah tersebut, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Subhanahu Wataala.
Namun, ketika Nabi Ibrahim bersiap untuk mengorbankan putranya, Allah menggantikannya dengan seekor domba sebagai pengorbanan.
Selain sebagai bentuk ibadah, qurban juga memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan yang penting.
Daging kurban dibagikan kepada keluarga, kerabat, dan orang-orang yang membutuhkan.
Sejarah qurban dalam agama Islam melibatkan nilai-nilai keimanan, pengorbanan, ketundukan, dan kepedulian sosial. Ibadah ini terus menjadi bagian integral dari praktik keagamaan dan budaya umat Muslim di seluruh dunia.
Agar bisa berbagi kepada sesama manusia, saling tolong menolong serta menumbuhkan rasa kebersamaan, ujar Darsono
Adapun Penyaluran hewan kurban di distribusikan kepada masyarakat sekitar yang berhak menerima, serta pegawai ASN Kantor Kemenag Parimo dan Kantor Kementerian Haji Dan Umrah Parigi Moutong yang berkurban.(Ahdal)