MTs.N 2 Banggai Laut Perkuat Pendidikan Karakter Melalui Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta
Ket: Foto bersama dewan guru dan anggota kkm
Banggai Laut (Kemenag Sulteng) – MTs.N 2 Banggai Laut menggelar kegiatan Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang humanis, inklusif, dan berkarakter.
Kepala kantor kementerian agama Kabupaten Banggai Laut H. Riatman A. Nursin membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) harus menjadi budaya di lingkungan madrasah, bukan sekadar teori dalam bentuk penjelasan atau program yang bersifat administratif.
Selanjutnya Kepala MTs.N 2 Banggai Laut menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, toleransi, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap sesama. Melalui kurikulum ini diharapkan seluruh warga madrasah mampu membangun budaya belajar yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
"Madrasah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta, kita bersama-sama membangun generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta sesama. Mudah-mudahan dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara guru, peserta didik, orang tua, dan seluruh warga madrasah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.
ujar Kepala Madrasah
Pada kegiatan ini MTs.N 2 Banggai laut menghadirkan 2 (dua) narasumber yang memiliki kompeten terkait Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yakni Kepala MIN Baturube Rosmiati, S.Pd dan Pengawas MI/MTs H. Mohamadong Mangawi, S.Pd.,MM
Melalui kegiatan ini, MTs.N 2 Banggai Laut menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dengan mengintegrasikan nilai-nilai cinta, empati, dan penghormatan terhadap keberagaman ke dalam setiap proses pembelajaran. Diharapkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta mampu melahirkan peserta didik yang unggul dalam prestasi, berakhlak mulia, serta siap menjadi generasi yang membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.






