18 Murid MAN Buol Siap Ukir Prestasi pada OMI Tingkat Kabupaten Buol
Ket: Dokumentasi Peserta OMI MAN Buol Tahun 2026.
MAN Buol (Kemenag Sulteng) - Sebanyak 18 murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buol mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Buol yang dilaksanakan di Laboratorium Komputer MTsN 1 Buol, Senin (7/9/2026). Mereka menjadi bagian dari 76 peserta jenjang MA/SMA yang berkompetisi pada enam mata pelajaran dalam ajang akademik yang diikuti peserta dari seluruh madrasah dan sekolah di Kabupaten Buol tersebut.
Ke-18 peserta MAN Buol merupakan hasil seleksi internal yang dilakukan secara khusus oleh Tim Pembimbing OMI madrasah. Mereka mengikuti kompetisi pada cabang Geografi Terintegrasi, Ekonomi, Biologi Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Matematika Terintegrasi, dan Fisika.
Pada cabang Geografi Terintegrasi, MAN Buol mengutus Saskia Rahmadani, Zikrun Aini, dan Regina. Cabang Ekonomi diwakili Khusnul Khatimah, Fadhilah Putri, dan Sarlina.
Untuk cabang Biologi Terintegrasi, peserta yang diturunkan adalah Nazwa Hafizah RJ Takuloe, Adlina Khairunnisa, dan Almira Abdullah. Sementara pada cabang Kimia Terintegrasi, MAN Buol mengirimkan Deswita Amalia, Muslimah Jl. Sogul, dan Zahratul Jannah.
Selanjutnya, cabang Matematika Terintegrasi diikuti Rini Sugiarti, Nawaliyah, dan Faiqoh Mujahida. Adapun cabang Fisika diwakili Mutiara Kurniasari, Nur Sakinah, dan Sumardi R. Usman.
Kepala MAN Buol, Salman Dj Adjud, mengatakan bahwa persiapan menghadapi OMI telah dilakukan secara intensif sejak beberapa pekan sebelum pelaksanaan kompetisi. Madrasah membentuk Tim Pembimbing OMI yang terdiri atas guru-guru mata pelajaran sesuai bidang kompetisi.
Tim tersebut terdiri atas Hj. Rosita sebagai pembimbing Ekonomi, Zadzali Budianto pada bidang Geografi dan Fisika, Mukmin pada bidang Matematika, Hj. Agusnawati pada bidang Biologi, serta Siti Khermawati pada bidang Kimia.
“Semua guru pembimbing langsung melakukan seleksi calon peserta OMI, kemudian dilanjutkan dengan proses pembimbingan secara penuh dari pagi hingga sore di madrasah,” ujar Salman.
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari keseriusan MAN Buol dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi kompetisi akademik sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan prestasi.
Koordinator Pembimbing OMI MAN Buol, Ibnu Hajar Salim, menjelaskan bahwa pembimbingan dilakukan secara intensif selama satu pekan. Peserta yang telah lolos seleksi tingkat madrasah diberikan kesempatan untuk memusatkan perhatian pada bidang yang akan mereka ikuti dalam OMI.
“Peserta OMI yang lolos seleksi tingkat madrasah dibebaskan dari kegiatan pembelajaran di dalam kelas selama masa pembimbingan. Mereka fokus pada cabang mata pelajaran OMI masing-masing,” jelas Ibnu Hajar.
Menurutnya, kebijakan tersebut sekaligus merupakan bentuk dukungan dan penghargaan madrasah terhadap murid yang dipercaya membawa nama MAN Buol dalam kompetisi.
“Walaupun 18 murid peserta OMI ini tidak mengikuti pembelajaran di kelas, nama mereka tetap tercatat hadir sebagai bentuk penghargaan dan dukungan seluruh guru terhadap upaya mereka mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi OMI tahun 2026,” lanjutnya.
Salah seorang guru pembimbing OMI, Hj. Agusnawati, menyampaikan bahwa pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Buol dimulai pada Senin (7/9/2026) di Laboratorium Komputer MTsN 1 Buol.
“Kegiatan OMI dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol dan diikuti sekitar 200 peserta dari jenjang MA/SMA, MTs, dan MI se-Kabupaten Buol,” terangnya.
Khusus jenjang MA/SMA, lanjut Agusnawati, terdapat 76 peserta yang mengikuti kompetisi, termasuk 18 murid MAN Buol.
Pelaksanaan kompetisi pada jenjang MA/SMA dibagi dalam empat sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 07.30–09.30 WITA untuk mata pelajaran Matematika Terintegrasi. Sesi kedua dilaksanakan pukul 10.00 hingga menjelang waktu salat Zuhur untuk mata pelajaran Geografi Terintegrasi.
Sesi ketiga berlangsung pukul 13.00 hingga menjelang waktu salat Asar untuk mata pelajaran Fisika dan Ekonomi Terintegrasi. Adapun sesi terakhir dilaksanakan pukul 15.30–17.30 WITA untuk mata pelajaran Biologi dan Kimia Terintegrasi.
Sebelum seluruh peserta memasuki ruang kompetisi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol memberikan motivasi agar para peserta tidak minder dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Jangan pernah membandingkan kemampuan diri sendiri dengan orang lain, karena itu dapat menyebabkan rasa tidak percaya diri. Jika memiliki rasa percaya diri yang tinggi, maka tidak akan ada orang yang lebih hebat dari kita di dunia ini,” pesannya.
Motivasi tersebut menjadi penguatan bagi seluruh peserta untuk berkompetisi secara percaya diri, menjunjung sportivitas, serta memberikan kemampuan terbaik dalam setiap bidang yang diikuti.
Bagi MAN Buol, keikutsertaan 18 murid dalam OMI tahun 2026 tidak semata-mata diarahkan untuk meraih juara. Ajang tersebut juga menjadi bagian dari upaya madrasah dalam memberikan pengalaman kompetitif kepada peserta didik, mengembangkan potensi akademik, serta membangun karakter percaya diri dan daya juang.
MAN Buol berharap seluruh peserta mampu mengikuti setiap tahapan kompetisi dengan optimal dan memperoleh hasil terbaik, sekaligus membawa nama baik madrasah pada OMI tingkat Kabupaten Buol tahun 2026. (SH-MANBuol)