Pokjawas Kemenag Kota Palu Supervisi Perangkat Pembelajaran Berbasis KBC di MAN 2 Kota Palu
Ket: Kepala MAn 2 Kota Palu Bersama Pokjawas Kemenenterian Agama Kota Palu
Palu, — Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kementerian Agama Kota Palu melaksanakan supervisi akademik di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu, Selasa (18/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari monitoring dan pembinaan untuk memastikan kesiapan administrasi pembelajaran sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik.
Kegiatan supervisi dinakhodai langsung oleh Ketua Pokjawas Kementerian Agama Kota Palu, Alfian, S.Pd., bersama anggota Drs. Harsono, M.Pd., Nurhayati Nadra, S.Pd., M.Pd., Hj. Riskayati Latief, S.Pd., M.Pd., dan Hj. Siti Rahmilia, S.Pd., M.Pd. Kehadiran tim Pokjawas di MAN 2 Kota Palu menjadi bagian dari upaya pengawasan sekaligus pendampingan terhadap pelaksanaan tugas profesional guru.
Dalam supervisi tersebut, tim Pokjawas melakukan pemeriksaan terhadap administrasi dan perangkat pembelajaran yang disiapkan oleh para guru. Salah satu fokus utama supervisi adalah perangkat pembelajaran yang memuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Penelaahan dilakukan untuk melihat sejauh mana nilai-nilai KBC telah diintegrasikan ke dalam perangkat pembelajaran, baik dalam perencanaan, tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, maupun bentuk evaluasi yang dirancang oleh guru. Integrasi tersebut diharapkan tidak sebatas pemenuhan administratif, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran.
Kepala MAN 2 Kota Palu, Dr. H. Taufik, S.Ag., M.Ag., menyambut baik pelaksanaan supervisi akademik tersebut. Ia menilai supervisi merupakan bagian penting dari proses pembinaan dan evaluasi untuk membantu guru meningkatkan kualitas profesionalismenya.
Menurutnya, administrasi pembelajaran tidak semestinya dipandang hanya sebagai kelengkapan dokumen, tetapi harus menjadi cerminan kesiapan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang berkualitas.
“Supervisi ini hendaknya kita maknai sebagai bagian dari upaya bersama untuk terus melakukan perbaikan. Administrasi pembelajaran bukan hanya kelengkapan dokumen, tetapi harus menjadi cerminan dari kesiapan guru dalam memberikan pembelajaran yang berkualitas kepada peserta didik,” ujarnya.
Kepala Madrasah juga menekankan pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam proses pembelajaran. Menurutnya, nilai-nilai cinta, kepedulian, penghargaan, dan keteladanan perlu hadir secara nyata dalam interaksi pendidikan.
“Kita ingin KBC benar-benar hidup dalam proses pembelajaran. Guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan keteladanan, membangun kepedulian, serta menciptakan suasana belajar yang menghargai dan memanusiakan peserta didik,” lanjutnya.
Selanjutnya, tim Pokjawas memberikan bimbingan dan masukan kepada guru terhadap perangkat pembelajaran yang telah diperiksa. Pendampingan dilakukan secara dialogis dan konstruktif sehingga guru memperoleh pemahaman mengenai aspek-aspek yang perlu diperbaiki maupun disempurnakan.

Ketua Pokjawas Kementerian Agama Kota Palu, Alfian, S.Pd., bersama anggota tim turut memberikan arahan terkait penyusunan dan penguatan perangkat pembelajaran. Masukan tersebut diharapkan dapat membantu guru memastikan perangkat yang disusun tidak hanya lengkap secara administratif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan peserta didik dan arah pengembangan pendidikan madrasah.

Bagi MAN 2 Kota Palu, supervisi ini menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap kesiapan perangkat pembelajaran sekaligus memperkuat komitmen dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta.
Kepala Madrasah berharap hasil supervisi dapat ditindaklanjuti oleh seluruh guru melalui perbaikan dan penyempurnaan perangkat pembelajaran secara berkelanjutan.
“Harapan kita, melalui supervisi ini tidak hanya administrasi pembelajaran yang semakin baik, tetapi juga kualitas proses pembelajaran dan profesionalisme guru semakin meningkat. Pada akhirnya, semua ikhtiar ini bermuara pada layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” pungkasnya.
Melalui supervisi akademik tersebut, sinergi antara Pokjawas dan MAN 2 Kota Palu diharapkan semakin kuat dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan. Supervisi tidak hanya menjadi sarana monitoring, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan untuk mewujudkan guru yang profesional dan pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik melalui nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta.