Kemenag Kota Palu Teguhkan Integritas pada HUT ke-81 RI
Ket: Tim pengibar bendera MAN 1 Kota Palu mengibarkan Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Senin (17/8/2026).
Palu (Kemenag Sulteng) - Kantor Kementerian Agama Kota Palu menggelar Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman kantor, Jalan Bantilan No. 14 Palu, Senin (17/8/2026). Upacara yang dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Ahmad Hasni, tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan integritas, kerukunan, dan pengabdian dalam mengisi kemerdekaan.
Upacara dihadiri para pejabat pengawas, kepala Madrasah se-Kota Palu, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Kelompok Kerja Pengawas dan Kelompok Kerja Penyuluh, guru pendidikan agama, serta seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Palu.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ahmad Hasni membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar. Dalam sambutan tersebut, Menteri Agama menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan amanah yang perlu diisi melalui ilmu, kerja keras, integritas, inovasi, dan pengabdian.
“Jika dahulu mereka mengangkat senjata, hari ini kita mengembangkan ilmu dan memanfaatkannya untuk kebaikan bagi manusia dan alam raya. Jika dahulu mereka bertaruh nyawa, hari ini kita harus mempertaruhkan integritas,” demikian sambutan Menteri Agama yang dibacakan Ahmad Hasni.
Menteri Agama juga menempatkan kerukunan sebagai modal dasar pembangunan Indonesia yang majemuk. Agama dan nilai-nilainya diharapkan menjadi sumber pencerahan, kedamaian, serta kemaslahatan, sedangkan rumah ibadah dan lembaga pendidikan keagamaan harus menjadi ruang tumbuhnya ilmu dan akhlak.
Pesan tersebut turut menekankan pentingnya pelayanan yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat. Setiap kebijakan, program, anggaran, dan pelayanan Kementerian Agama dituntut memberikan manfaat nyata serta kemudahan bagi umat.
Perkembangan teknologi juga menjadi perhatian dalam sambutan itu. Di tengah kemajuan kecerdasan buatan dan penyebaran informasi palsu, jajaran Kementerian Agama diajak memperkuat literasi digital dan literasi keagamaan tanpa meninggalkan etika serta nilai kemanusiaan.
“AI boleh semakin cerdas, tapi manusia harus tetap bijaksana. Teknologi boleh semakin maju, tapi akhlak tidak boleh tertinggal,” tegas Menteri Agama dalam sambutan tersebut.
Upacara berlangsung khidmat dan diakhiri dengan penyerahan piagam kepada ASN yang memasuki masa purna tugas. Pada kesempatan yang sama, Kantor Kementerian Agama Kota Palu menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba dalam rangka peringatan 17 Agustus.
Rangkaian tersebut menutup peringatan kemerdekaan dengan dua bentuk penghargaan: apresiasi atas pengabdian ASN serta penghargaan kepada para pemenang lomba. Semangat kemerdekaan diharapkan terus diwujudkan melalui kerja yang sungguh-sungguh, pelayanan yang tulus, penguatan kerukunan, dan pemanfaatan teknologi secara beretika.






