Kemenag Donggala Dukung Percepatan Program Cek Kesehatan Gratis 2026
Ket: Rapat koordinasi cek kesehatan gratis
Donggala (Kemenag Sulteng) - Plt. Kasi Pendis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Donggala, Sarina Unok menghadiri Rapat Koordinasi dan Advokasi percepatan capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala ini berlangsung di Aula Dinas Kesehatan, Kamis (30/04/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Donggala. Selain Kementerian Agama, rapat ini turut dihadiri oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta Tim Penggerak PKK.
Dalam rapat tersebut dipaparkan keberhasilan program CKG pada tahun 2025 yang telah menjangkau 16 kecamatan dan 167 desa, dengan total pelayanan kepada lebih dari 49 ribu warga. Untuk tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan perluasan cakupan layanan melalui beberapa langkah strategis, di antaranya adalah intensifikasi sosialisasi kepada masyarakat agar semakin banyak warga yang memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Selain itu, perluasan titik layanan juga akan dilakukan hingga menjangkau lingkungan sekolah, perkantoran, serta komunitas masyarakat. Upaya lainnya adalah penguatan kesiapan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Donggala agar mampu memberikan pelayanan yang maksimal dan merata.
Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 56 madrasah mulai dari jenjang MI hingga MA, baik negeri maupun swasta, telah berpartisipasi dalam program ini. Madrasah tersebut tersebar di berbagai kecamatan, di antaranya Banawa, Banawa Selatan, Banawa Tengah, Sindue, Sindue Tombusabora, Sojol, Sojol Utara, Labuan, Dampelas, Rio Pakava, hingga Tanantovea.
Kehadiran Plt. Kasi Pendis dalam forum ini menegaskan dukungan penuh Kementerian Agama terhadap program pemerintah daerah khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui koordinasi ini, setiap instansi diharapkan dapat menjalankan peran spesifiknya secara optimal agar program di lapangan lebih terarah dan efektif.


