Penyuluh Agama Katolik Kemenag Banggai Beri Pembinaan Rohani Warga Binaan Lapas
Ket: Bimbingan dan Penyuluhan Agama Katolik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk
Banggai (Kemenag Sulteng). Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Agama Katolik bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk dengan mengusung tema “Kerendahan Hati Membuka Jalan untuk Mengenal Allah.” Kegiatan tersebut dipandu oleh Penyuluh Agama Katolik Kemenag Banggai, Clara R.A. Tenges dan Nofri Iknatius, sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan. Rabu (15/7/2026).
Dalam penyampaiannya, para penyuluh memberikan penguatan agar warga binaan senantiasa membangun sikap hidup sederhana dan rendah hati di hadapan Tuhan. Mereka menegaskan bahwa kerendahan hati merupakan jalan untuk semakin mengenal kasih, kehendak, dan karya Allah dalam kehidupan manusia. Hal itu selaras dengan pesan Injil yang menyatakan bahwa Allah berkenan menyatakan rahasia Kerajaan-Nya bukan kepada mereka yang merasa diri bijaksana dan pandai, melainkan kepada mereka yang kecil, terpinggirkan, rapuh, dan terlupakan (bdk Mat 11:25).
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diajak untuk memaknai masa pembinaan sebagai kesempatan memperbarui diri ke arah yang lebih baik. Di tengah berbagai pergumulan dan kerapuhan batin akibat masa lalu, mereka didorong untuk tetap memiliki harapan dan keyakinan akan kasih Tuhan yang selalu membuka pintu pertobatan.
“Tuhan tidak bertanya seberapa kelam masa lalu kita, tetapi seberapa besar kerinduan hati kita untuk kembali kepada-Nya. Selama masih bernapas, selalu ada harapan; selama masih ada pertobatan, selalu ada masa depan,” pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan penyuluhan keagamaan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan mendapat sambutan positif dari warga binaan. Diharapkan, pembinaan rohani yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memberikan motivasi dan semangat bagi warga binaan untuk menjalani proses pembinaan serta menata kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
(Penulis: Nofri Iknatius)

