Buka Bimtek GWS, Kakan Kemenag Banggai Dorong Transformasi Digital Madrasah
Ket: Kakan Kemenag Banggai secara resmi membuka kegiatan Bimtek Pemanfaatan Akun Google Workspace for Education (GWS) bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah
Banggai (Kemenag Sulteng). Perkembangan teknologi digital yang terus bergerak cepat menuntut dunia pendidikan untuk tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi mampu beradaptasi dan memanfaatkannya sebagai sarana meningkatkan kualitas pembelajaran. Menjawab tantangan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, H. Suardi Kandjai, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Akun Google Workspace for Education (GWS) bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah. Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Banggai tersebut juga dirangkaikan dengan penyampaian materi oleh H. Suardi Kandjai tentang penguatan profesionalisme guru dan transformasi digital dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah.
Beliau memberikan apresiasi kepada MAN Banggai yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kompetensi digital guru dan tenaga kependidikan.
Dalam materinya Suardi menegaskan bahwa madrasah yang bermutu lahir dari sumber daya manusia yang profesional, adaptif, berkarakter, serta memiliki kemauan untuk terus belajar. Menurutnya, perubahan saat ini telah memengaruhi berbagai aspek pendidikan, mulai dari cara guru bekerja, memperoleh dan mengembangkan sumber belajar, cara peserta didik belajar, hingga pola komunikasi, kolaborasi, serta pengelolaan informasi dan data.

“Transformasi digital bukan pilihan gaya hidup, melainkan tuntutan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan,” ujarnya.
Transformasi digital merupakan sebuah keniscayaan yang harus direspons secara positif oleh seluruh insan pendidikan. Guru dan tenaga kependidikan dituntut untuk terus belajar serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman agar tidak tertinggal.
“Madrasah yang bermutu lahir dari sumber daya manusia yang profesional, adaptif dan memiliki kemauan untuk terus belajar,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Beliau mendorong para guru untuk memanfaatkan berbagai aplikasi digital dalam mendukung administrasi pembelajaran, pengelolaan nilai, penyediaan sumber belajar, media interaktif serta membangun ekosistem pembelajaran yang lebih kolaboratif.
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan kelas berbasis digital, termasuk pemanfaatan perangkat pembelajaran interaktif. Menurutnya, keterbatasan sarana dan prasarana tidak boleh menjadi penghalang untuk terus menghadirkan inovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kita harus mampu mencari solusi dan membangun inovasi. Jika seluruh unsur madrasah solid dan memiliki komitmen yang sama, keterbatasan bukan menjadi alasan untuk berhenti melakukan perubahan,” tegasnya.
Selain penguasaan teknologi, Ia juga menekankan pentingnya peran guru sebagai fasilitator, penggerak dan pembelajar yang adaptif. Di tengah derasnya arus informasi, guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga menjadi pendamping yang mampu mengarahkan peserta didik dalam memanfaatkan informasi dan teknologi secara positif.
Menurutnya, teknologi digital juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat interaksi dan pengawasan terhadap perkembangan peserta didik, baik dalam proses pembelajaran maupun pembinaan karakter dan nilai-nilai keagamaan.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah program di madrasah tidak dapat dicapai apabila hanya dijalankan oleh kepala madrasah atau sebagian pihak. Ia menekankan pentingnya membangun budaya kolaborasi, inovasi dan koordinasi dalam menjalankan setiap program.
“Kepala madrasah tidak boleh berjalan sendiri, begitu pula guru dan tenaga kependidikan. Semua harus bergerak dalam satu sistem dan satu tujuan. Dengan kekompakan dan kolaborasi, program yang telah dirancang dapat berjalan secara maksimal,” katanya.
Ia pun mendorong MAN Banggai untuk terus menjadi pelopor dan penggerak transformasi digital dalam dunia pendidikan, dengan memaksimalkan potensi sumber daya manusia serta berbagai inovasi yang telah dikembangkan.
“Tidak ada salahnya kita belajar dan mengadopsi praktik-praktik baik dari tempat lain untuk kemudian dikembangkan sesuai dengan kebutuhan madrasah. Yang terpenting adalah bagaimana teknologi dan inovasi tersebut mampu memberikan manfaat dan nilai tambah bagi peserta didik serta peningkatan mutu madrasah,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Ia juga mengingatkan seluruh peserta bahwa perubahan harus dimulai dari kemauan untuk belajar dan beradaptasi. Melalui pemanfaatan teknologi digital yang tepat, ia optimistis MAN Banggai mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, kreatif dan berkualitas.
Sejalan dengan itu Kepala Madrasah Aliyah Negeri Banggai, Muhammad Basri Menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital sebenarnya bukanlah hal yang sulit, namun membutuhkan kemauan dan kesungguhan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Setelah kegiatan ini, harapan saya semua yang telah diperoleh dapat benar-benar diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas dan pembelajaran di madrasah,” ujarnya.
Bimbingan Teknis (Bimtek) yang mengusung tema “Penguatan Profesionalitas Guru dan Transformasi Digital sebagai Strategi Penguatan Mutu Madrasah” tersebut dilaksanakan di Aula Penginapan Syariah Lambuku. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Seksi Pendidikan Islam, Kepala MAN 2 Banggai, Pengawas Madrasah, serta diikuti oleh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan MAN Banggai bersama anggota Kelompok Kerja Madrasah (KKM).



.jpeg)
