Ikuti Pembinaan ; Guru Hindu Di Parimo Harus Jadi Teladan Spritual Bagi Masyarakat
Ket: Ikuti Pembinaan ; Guru Hindu Di Parimo Harus Jadi Teladan Spritual Bagi Masyarakat
Parigi(kemenag sulteng)-Puluhan Pegawai dan Guru Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Agama kabupaten Parigi Moutong mengikuti Pembinaan dan simakrama dengan seluruh Guru Agama Hindu, dari Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Provinsi Sulawesi Tengah I wayan Sudiana.
Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Penyelenggara Bimbingan Masyarakat Hindu Kabupaten Parigi Moutong I Nyoman Dana, pada Kamis19 Februari 2026, bertempat di Aula PLHUT Kantor Kementerian Haji Dan Umrah Kabupaten Parigi Moutong.
Mengawali sambutan Pembimas Hindu Kemenag Parigi Moutong I Nyoman Dana mengatakan Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan profesionalisme, serta membangun kesamaan visi dalam pembinaan pendidikan agama Hindu di daerah.
Saat ini jumlah Guru Agama Hindu di Kabupaten Parigi Moutong tercatat sebanyak 71 orang, yang tersebar di beberapa kecamatan.
Olehnya I Nyoman Dana menegaskan para guru tersebut harus menunjukkan dedikasi dan peran aktif yang sangat signifikan untuk pengembangan pendidikan Agama Hindu.
Tidak hanya dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, tetapi juga dalam berbagai kegiatan keagamaan serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
I Nyoman Dana memaparkan beberapa bentuk partisipasi aktif berupa, keterlibatan guru dalam kegiatan Utsawa Dharma Gita sebagai pembina dan pendamping peserta..
Berpartisipasi dalam program Mimbar Hindu pada Radio Republik Indonesia (RRI) sebagai pengisi siaran keagamaan.
Berperan aktif dalam kegiatan keagamaan di masyarakat, termasuk pembinaan umat, penguatan nilai-nilai dharma, yg ikut tergabung dalam tim Dharma Duta Phdi Kabupaten Parigi Moutong serta keterlibatan dalam kegiatan sosial keagamaan di desa dan kecamatan.
I Nyoman Dana juga menyampaikan apresiasi atas komitmen dan loyalitas para guru yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pembinaan generasi muda Hindu di Kabupaten Parigi Moutong.
Dirinya berharap semoga melalui pembinaan ini, kualitas dan soliditas guru semakin meningkat.
Sementara itu Penyelenggara Bimbingan Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah I Wayan Sudaiana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh para pegawai dan guru Agama Hindu yang ada di kabupaten Parigi Moutong.
Kunjungan ini adalah kali pertama bagi dirinya setelah dilantik sebagai Pembimas Hindu Provinsi Sulawesi Tengah pada dua minggu yang lalu.
Oleh karena itu Pembinaan dan Simakrama ini adalah menjadi kegiatan pertama, sebagai salah satu agenda awal dalam rangka konsolidasi dan penguatan koordinasi di daerah.
Pembimas Hindu menyatakan kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari komitmen untuk membangun komunikasi yang terbuka, guna memahami kondisi riil di lapangan, serta menyusun langkah pembinaan yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan.
Beberapa poin penting yang dimiliki antara lain:
Penguatan Identitas dan Integritas Guru Agama Hindu harus menjadi figur teladan dalam sikap, etika, dan spiritualitas, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.
Kedua Peningkatan Kompetensi dan adaptasi di Era Digital dimana guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional, termasuk pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Ketiga yakni Penguatan Peran Strategis Guru dalam Pembinaan Umat,
peran guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar di kelas, tetapi juga sebagai agen pembinaan karakter dan moral generasi muda Hindu.
I Wayan Sudiana mengajak seluruh jajaran untuk membangun komunikasi yang solid antara tingkat provinsi, kabupaten, serta para guru sebagai ujung tombak pelayanan pendidikan agama Hindu.
Untuk program pada tahun depan, akan dilakukan pemetaan kebutuhan guru, penguatan program pembinaan berkelanjutan, serta optimalisasi dukungan terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan yang berdampak langsung pada kualitas umat, tegas Wayan Sudiana.
Pembinaan berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh semangat kebersamaan, diakhiri dengan sesi tanya jawab serta komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan pembinaan agama Hindu di Kabupaten Parigi Moutong secara berkelanjutan.(WD/Ahdal)