Pimpinan dan Pejabat Eselon Kemenag Palu Jalani Asesmen Kompetensi
Ket: Kepala Kantor Kemenag Kota Palu, Ahmad Hasni (tengah), beserta jajaran pejabat eselon dan fungsional saat mengikuti rangkaian asesmen hari kedua, Rabu (11/3/2026).
Palu (Kemenag Sulteng) - Guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan kompetitif, puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah—termasuk pimpinan dan jajaran pejabat Kemenag Kota Palu—mengikuti Asesmen Penilaian Kompetensi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sulteng pada Selasa hingga Kamis (10–12/3/2026) ini ditujukan untuk memetakan potensi dan kapasitas pegawai secara objektif, sehingga kualitas pelayanan publik dapat terus ditingkatkan.
Asesmen ini bukanlah sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi utama dalam sistem manajemen sumber daya manusia berbasis meritokrasi. Kegiatan yang dibuka secara daring oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemenag RI, Muhammad Zain, ini diikuti oleh 56 peserta se-Sulawesi Tengah dengan pengawasan langsung dari tim asesor. Formasi peserta mencakup 10 pejabat administrator, 23 pejabat pengawas, 12 pejabat pelaksana, serta 11 pejabat fungsional. Turut hadir langsung dalam agenda ini Kepala Kantor Kemenag Kota Palu, Ahmad Hasni, bersama para pejabat eselon IV dan sejumlah ASN pemangku Jabatan Fungsional Tertentu (JFT).
Melalui pengukuran yang terstruktur, institusi dapat memastikan bahwa pengembangan karier setiap aparatur berjalan selaras dengan kualifikasi, rekam jejak kinerja, serta kebutuhan nyata organisasi. Hal ini menjadi krusial agar mesin birokrasi dapat bekerja lebih lincah dan responsif dalam melayani masyarakat luas.
Menyoroti urgensi tata kelola kepemimpinan tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Junaidin, mengingatkan bahwa penempatan posisi di pemerintahan memikul tanggung jawab moral yang besar.
“Jabatan dalam birokrasi bukanlah hak, melainkan amanah dan bentuk kepercayaan pimpinan yang diberikan berdasarkan kebutuhan organisasi,” tegas Kakanwil.
Lebih lanjut, evaluasi menyeluruh ini diharapkan mampu memantik kesadaran para pegawai untuk terus berinovasi dan memperbaiki diri. “Saya berharap seluruh peserta mengikuti proses asesmen dengan sungguh-sungguh, jujur, dan penuh tanggung jawab, serta menjadikan kegiatan ini sebagai sarana evaluasi diri untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitas sebagai aparatur,” pungkasnya.
Pada akhirnya, asesmen kompetensi yang digelar selama tiga hari ini merupakan investasi jangka panjang bagi Kementerian Agama. Dengan terpetakannya karakteristik dan kapasitas unggul setiap individu, Kemenag bersiap menghadirkan postur birokrasi yang tidak hanya tangkas dalam menghadapi tantangan zaman, tetapi juga berintegritas dan prima dalam mengayomi umat.

