Dipercaya DLH Sulteng, Tiga Siswa MAN 1 Kota Palu Jadi Garda Terdepan Gerakan Peduli Lingkungan
Ket: Foto : Tim Humas
Palu (Humas) — Prestasi kembali ditorehkan MAN 1 Kota Palu. Tiga siswanya resmi ditetapkan sebagai Kader Adiwiyata Provinsi Sulawesi Tengah periode 2026–2027. Mereka adalah Muh. Yusuf Effendi, Verin Dwi Novianti, dan Moh. Kirom Aqil El Kharitz. Penetapan ini menjadi bentuk kepercayaan pemerintah kepada generasi muda madrasah untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.
Surat Keputusan (SK) penetapan kader diserahkan di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (15/7/2026). SK diserahkan langsung oleh Kepala DLH Provinsi Sulawesi Tengah, Wahid Irawan, S.STP., M.M. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala MAN 1 Kota Palu bersama Pembina Adiwiyata MAN 1 Kota Palu sebagai bentuk dukungan terhadap para siswa yang menerima amanah tersebut.
Sebagai Kader Adiwiyata, ketiga siswa akan menjadi mitra strategis DLH Provinsi Sulawesi Tengah dalam menggerakkan berbagai program kepedulian lingkungan. Mereka diharapkan mampu mengedukasi masyarakat sekaligus mengajak pelajar lain untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan secara berkelanjutan.
Dalam arahannya, Wahid Irawan menegaskan bahwa para kader harus menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ia mendorong seluruh kader aktif mengampanyekan gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai langkah nyata mengurangi timbulan sampah dan membangun budaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Penetapan tiga siswa MAN 1 Kota Palu sebagai Kader Adiwiyata Provinsi menjadi pencapaian yang membanggakan sekaligus memperkuat posisi madrasah sebagai sekolah yang konsisten mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan. Keberhasilan ini sejalan dengan komitmen MAN 1 Kota Palu dalam mendukung Program Adiwiyata melalui pembiasaan perilaku peduli lingkungan, pengelolaan kawasan sekolah yang hijau, serta keterlibatan aktif warga madrasah dalam berbagai aksi pelestarian lingkungan.
Melalui kepercayaan ini, diharapkan para kader mampu menjadi teladan bagi generasi muda lainnya serta menginspirasi lahirnya budaya peduli lingkungan yang semakin kuat di Sulawesi Tengah. Dengan demikian, semangat Adiwiyata tidak hanya tumbuh di lingkungan sekolah, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat secara luas.