IPARI Banggai Hadirkan Penguatan Spiritual bagi Pasien BRSUD Luwuk
Ket: Penyuluh Agama Islam Kemenag Banggai saat memberikan penguatan spiritual pada pasien
Banggai (Kemenag Sulteng). Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Banggai terus menunjukkan eksistensinya dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Salah satu bentuk pengabdian tersebut diwujudkan melalui kegiatan kunjungan dan penguatan spiritual bagi pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk. Kamis (2/7/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Penyuluh Agama Kementerian Agama Kabupaten Banggai dengan pihak BRSUD Luwuk yang ditandatangani pada peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama, 3 Januari 2026. Tidak hanya melibatkan Penyuluh Agama Islam, tetapi juga melibatkan Penyuluh Agama Kristen, Katolik dan Hindu sebagai bentuk pelayanan keagamaan yang inklusif bagi seluruh pasien sesuai keyakinan masing-masing.
Program pendampingan spiritual tersebut dilaksanakan secara rutin dua kali setiap Minggu sebagai upaya menghadirkan layanan keagamaan bagi pasien selama menjalani masa perawatan.
Dalam pelaksanaannya, para Penyuluh Agama Islam memberikan motivasi dan penguatan mental-spiritual kepada pasien dengan mengajak mereka untuk senantiasa bersabar menghadapi ujian sakit, memperbanyak istighfar, menjaga pelaksanaan ibadah salat, memperbanyak zikir kepada Allah SWT serta membiasakan bersedekah sesuai kemampuan sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Ketua IPARI Kabupaten Banggai, Zuhra, mengatakan bahwa kehadiran penyuluh agama di rumah sakit tidak hanya memberikan dukungan rohani, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan optimisme dan semangat pasien dalam menjalani proses penyembuhan.
"Penyakit tidak hanya membutuhkan penanganan medis, tetapi juga penguatan spiritual. Melalui pendampingan ini kami ingin menghadirkan ketenangan batin, menumbuhkan harapan, serta mengingatkan pasien agar tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah ujian yang sedang dihadapi," ujar Zuhra.
Ia menambahkan bahwa pelayanan keagamaan di rumah sakit merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab penyuluh agama dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat di berbagai situasi dan kondisi.
"Kami berharap kehadiran penyuluh agama dapat menjadi energi positif bagi pasien dan keluarganya. Semoga nilai-nilai keagamaan yang kami sampaikan dapat membantu mereka lebih kuat, lebih sabar, dan semakin yakin bahwa setiap sakit memiliki hikmah serta jalan kesembuhan dari Allah SWT," tambahnya.
Kegiatan pendampingan tersebut juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Maskad, Penyuluh Agama Islam pada KUA Kecamatan Luwuk Selatan, sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memberikan ketenangan dan penguatan batin kepada para pasien. Adapun penyuluh agama yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Ketua IPARI Banggai Ibu Zuhra, Ibu Nur Intan Dg. Manessa, Uztad Maskad, Uztad Dwi Hudiyono dan Ibu Nurhayati Ampaka.
Usai melaksanakan kunjungan ke ruang-ruang perawatan, para penyuluh agama melakukan silaturahmi dengan Direktur BRSUD Luwuk, dr. H. Budiyanto Uda'a, di ruang kerjanya. Pada kesempatan itu, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Agama Kabupaten Banggai atas dukungan pelayanan spiritual yang telah berjalan dengan baik.
Menurutnya, kolaborasi tersebut memberikan manfaat besar bagi pasien karena melengkapi layanan kesehatan dengan pendampingan keagamaan yang mampu memberikan ketenangan dan motivasi selama masa perawatan.

.jpeg)


