Ekoteologi di MAN Sigi, Kakanwil Pimpin Aksi Tanam Pohon
Ket: Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Junaidin, memimpin aksi penanaman pohon di MAN Sigi
Sigi (Kemenag Sulteng) - "Menanam pohon bukan sekadar menghijaukan lingkungan, tetapi juga menanam nilai ibadah, tanggung jawab, dan kecintaan kepada ciptaan Allah SWT." Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, saat menutup Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dirangkaikan dengan aksi penanaman pohon di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sigi. Kamis, 16/7/2026.
Aksi penanaman pohon tersebut merupakan implementasi Program Ekoteologi, salah satu Program Prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan pelestarian lingkungan hidup.
Dalam kegiatan itu, Kakanwil Kemenag Sulteng, Junaidin didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Kepala Kantor Kemenag Kab. Sigi, serta jajaran Kemenag Kab. Sigi.
Menurut Junaidin, Program Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama. Oleh karena itu, setiap warga madrasah memiliki tanggung jawab untuk merawat lingkungan melalui aksi nyata yang berkelanjutan.
"Madrasah tidak hanya mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan akhlak, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Penanaman pohon ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Program Ekoteologi diarahkan untuk membangun kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai agama, menumbuhkan perilaku ramah lingkungan, mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pelestarian alam, serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian sumber daya alam.
Junaidin berharap gerakan penanaman pohon tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya yang terus dikembangkan di lingkungan madrasah. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak peserta didik memasuki dunia madrasah agar tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Aksi penanaman pohon tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian MATAMUDA di MAN Sigi yang telah berlangsung selama lima hari. Selama pelaksanaan kegiatan, murid baru memperoleh berbagai materi pembinaan, antara lain bahaya penyalahgunaan narkoba, pencegahan pernikahan usia dini, penguatan karakter, moderasi beragama, serta pengenalan budaya dan lingkungan madrasah.
Melalui Program Ekoteologi, Kementerian Agama mendorong madrasah menjadi pelopor pelestarian lingkungan melalui berbagai aksi nyata, seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, penghematan energi, dan pembiasaan hidup bersih.
Gerakan ini diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang berkarakter, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.
.jpeg)

