Gempa Susulan Masih Terjadi, ASN Kemenag Sulteng Kerja Bakti agar Layanan Tetap Berjalan
Ket: Melepas bagian plafon yang dinilai berpotensi jatuh
Palu (Kemenag Sulteng) - Gempa susulan yang masih terjadi setelah gempa utama magnitudo 6,7 membuat Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah harus bekerja dalam suasana penuh kewaspadaan. Di tengah kondisi itu, pelayanan kepada masyarakat tetap diupayakan berjalan.
Pada Jumat pagi (19/6/2026), ASN PPPK dan petugas keamanan Kanwil Kemenag Sulteng yang dipimpin Kepala Bagian Tata Usaha, Moh. Taslim bergotong royong membersihkan puing-puing dan material bangunan yang rusak akibat gempa. Mereka juga merapikan area kerja serta melepas bagian plafon yang dinilai berpotensi jatuh, agar aktivitas pelayanan berlangsung lebih aman bagi pegawai maupun masyarakat.
Kerja bakti tersebut dilakukan setelah sejumlah bagian bangunan masih menunjukkan dampak kerusakan pascagempa. Dalam beberapa hari terakhir, material plafon di beberapa area gedung masih berjatuhan, sehingga perlu terus dibersihkan dan diamankan.
Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, Junaidin, menegaskan pelayanan publik tetap harus berjalan meski sejumlah fasilitas mengalami kerusakan. Namun, ia mengingatkan bahwa keselamatan ASN dan masyarakat yang datang mengakses layanan tetap menjadi prioritas utama.
“Kita harus tetap hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan keselamatan kerja. Dalam situasi apa pun, pelayanan publik tidak boleh terhenti,” tegas Junaidin.
Untuk sementara, aktivitas kerja di Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Tengah dipusatkan di lantai satu, terutama area Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), lobi, dan teras kantor. ASN juga diminta tidak beraktivitas di lantai dua gedung Kanwil sampai ada hasil pemeriksaan teknis yang menyatakan bangunan aman digunakan.
“Pelaksanaan tugas di lantai satu dilakukan sampai ada hasil pemeriksaan dan asesmen keamanan gedung dari pihak berwenang,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara, kerusakan di lingkungan Kanwil Kemenag Sulteng meliputi plafon beberapa ruangan yang ambruk, dinding retak, serta kaca jendela yang pecah. Kerusakan serupa juga dilaporkan terjadi pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong, terutama pada beberapa bagian dinding bangunan.
Selain kantor, sebanyak 18 Kantor Urusan Agama (KUA) juga terdampak gempa. Rinciannya, 15 KUA berada di Kabupaten Donggala, satu KUA di Kabupaten Parigi Moutong, dan dua KUA di Kabupaten Sigi. Sejumlah madrasah juga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Gempa tersebut berdampak pada sejumlah wilayah, antara lain Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Parigi Moutong. Selain merusak infrastruktur, guncangan gempa juga menyisakan trauma bagi sebagian masyarakat dan ASN.
Berdasarkan data BMKG, aktivitas kegempaan masih terus berlangsung pascagempa utama. Hingga 19 Juni 2026 pukul 17.00 WITA, tercatat sebanyak 949 kejadian gempa susulan, dengan 35 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Kondisi ini membuat ASN tetap meningkatkan kewaspadaan saat menjalankan tugas pelayanan.
Kegiatan pembelajaran pada madrasah di wilayah terdampak, khususnya di Kota Palu, sempat dilaksanakan secara daring selama dua hari, yakni 17–18 Juni 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif karena masih terjadi gempa susulan.
Meski sejumlah aset mengalami kerusakan, berdasarkan laporan sementara yang diterima Kanwil, tidak terdapat ASN Kementerian Agama yang menjadi korban jiwa akibat gempa tersebut. Sementara itu, data BPBD Sulawesi Tengah mencatat tiga warga meninggal dunia akibat bencana ini.
Junaidin menyampaikan duka cita atas korban jiwa dan keprihatinan kepada masyarakat yang terdampak. Ia mengajak ASN Kemenag dan masyarakat untuk tetap sabar, waspada, serta saling menguatkan dalam menghadapi masa pemulihan.
“Kami turut berduka atas korban yang terdampak, baik korban jiwa maupun kerugian material. Mari kita hadapi musibah ini dengan kesabaran, keikhlasan, dan terus memohon perlindungan kepada Allah Swt. agar dijauhkan dari segala marabahaya,” ujarnya.
Kanwil Kemenag Sulteng terus melakukan pemantauan terhadap kondisi satuan kerja, KUA, dan madrasah terdampak. Koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan untuk memastikan keamanan bangunan, keselamatan ASN, serta keberlangsungan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

