Pasca Gempa 6,2 M di Parimo, Sejumlah Ruang MAN 1 Poso Mengalami Retakan
Ket: Tampak retakan di salah satu bagian dinding MAN 1 Poso
MAN 1 Poso (Kemenag Sulteng) - Sejumlah ruang di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Poso mengalami retakan pada bagian dinding pasca gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang terjadi pada Minggu (16/8/2026). Retakan ditemukan pada beberapa bagian ruang kelas dan ruang guru yang digunakan dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.
Gempa terjadi pada pukul 00.25.19 WITA dan berpusat di wilayah barat daya Kabupaten Parigi Moutong. Guncangan turut dirasakan hingga wilayah Poso dan berdampak pada sejumlah fasilitas di lingkungan MAN 1 Poso.
Kepala MAN 1 Poso, Warda, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi bangunan yang terdampak gempa. Menurutnya, retakan pada dinding perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan risiko bagi warga madrasah.
.jpeg)
"Dengan keadaan kelas seperti ini tentu kita merasa khawatir, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Warda di Poso, Sabtu (22/8/2026).
Ia menyampaikan, keselamatan siswa, guru, dan seluruh warga madrasah menjadi hal yang utama. Karena itu, kondisi bangunan yang mengalami retakan perlu diperiksa dan ditindaklanjuti untuk memastikan tingkat keamanan ruangan sebelum kembali digunakan secara optimal untuk kegiatan pembelajaran.
Dampak gempa tersebut juga dirasakan langsung oleh para siswa dan siswi MAN 1 Poso. Retakan pada dinding menimbulkan kekhawatiran, terlebih ruangan yang terdampak merupakan bagian dari fasilitas yang digunakan untuk menunjang aktivitas pendidikan setiap hari.
Pihak madrasah terus memantau kondisi bangunan dan berupaya mengambil langkah yang diperlukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya dampak lanjutan. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warga madrasah dalam menjalankan aktivitas di lingkungan MAN 1 Poso.
Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh civitas MAN 1 Poso akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi. Pihak MAN 1 Poso berharap fasilitas yang terdampak dapat segera mendapatkan perhatian dan penanganan lebih lanjut sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan kondusif.