253 Siswa MAN Tolitoli Ikuti Ujian Madrasah 2025/2026 Berbasis Android
Ket: Foto bersama usai penyamatan tanda peserta ujian.
MAN Tolitoli (Kemenag Sulteng) - Sebanyak 253 peserta didik kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tolitoli mulai mengikuti Ujian Madrasah (UM) Tahun Pelajaran 2025/2026 berbasis Android, Senin (2/3/2026). Pelaksanaan ujian dibuka di halaman utama MAN Tolitoli melalui prosesi penyematan kartu tanda peserta sebagai simbol dimulainya rangkaian evaluasi akhir bagi siswa tingkat akhir.
Pembukaan ujian dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Tolitoli, Makmur Muhammad Arief, didampingi Kepala MAN Tolitoli, Muhammad A.Y. Rumi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Tolitoli, Ketua Pokjawas, pengawas pembina, Kepala Urusan Tata Usaha, dewan guru, serta seluruh panitia pelaksana.
Bagi MAN Tolitoli, Ujian Madrasah menjadi momentum penting untuk memastikan capaian pembelajaran siswa selama tiga tahun terakhir terukur secara komprehensif. Seluruh proses ujian tahun ini dilaksanakan menggunakan telepon genggam berbasis Android.
Dalam sambutannya, Kakankemenag Makmur menyampaikan bahwa Ujian Madrasah merupakan bagian penting dalam evaluasi akhir peserta didik kelas XII sebelum menyelesaikan pendidikan di tingkat Madrasah Aliyah.
"Ujian Madrasah ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi tolak ukur keberhasilan pendidikan di madrasah. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi nilai kejujuran," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kualitas lulusan madrasah sangat ditentukan oleh integritas dalam proses penilaian. Menurutnya, hasil ujian yang diperoleh secara jujur akan menjadi fondasi kuat bagi siswa dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Ujian Madrasah, Rosnia, melaporkan bahwa jumlah peserta tahun ini mencapai 253 orang, terdiri atas 110 siswa laki-laki dan 143 siswa perempuan. Seluruh peserta telah dinyatakan siap mengikuti ujian setelah melalui tahapan pendataan dan verifikasi administrasi.
"Kami berharap seluruh peserta didik dapat menjalani ujian dengan lancar dan memperoleh hasil yang terbaik sebagai bekal mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi," kata Rosnia.
Ia menambahkan bahwa panitia telah menyiapkan perangkat teknis pelaksanaan ujian berbasis Android secara maksimal, termasuk pengaturan jadwal, sistem pengawasan, serta langkah antisipasi terhadap kendala teknis yang mungkin terjadi selama pelaksanaan berlangsung.
"Seluruh mata pelajaran yang diujikan mengacu pada kurikulum yang berlaku dan menjadi bagian dari penilaian akhir satuan pendidikan," pungkasnya.

