Guru PAI SMA se-Kota Palu Perkuat Kompetensi lewat In House Training (IHT)
Ket: Kepala Kantor Kemenag Kota Palu, Ahmad Hasni, bersama jajaran pejabat, pemateri, panitia, dan perwakilan peserta berfoto bersama usai pembukaan kegiatan In House Training (IHT) Guru PAI jenjang SMA di Aula Kemenag Kota Palu, Rabu (22/7/2026).
Palu (Kemenag Sulteng) - Guna menjawab tantangan pendidikan di era digital sekaligus memperkuat karakter pendidik, puluhan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMA se-Kota Palu mengikuti In House Training (IHT) bertajuk "Mengajar dengan Hati, Mendidik dengan Cinta" di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh SMA Negeri 2 Palu ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan implementasi Capaian Pembelajaran (CP-TP) PAI Tahun 2026 serta wawasan penggunaan kecerdasan buatan (AI).
Kepala Kantor Kemenag Kota Palu, Ahmad Hasni, menyoroti pentingnya keseimbangan antara penguasaan teknologi dan kedekatan emosional pendidik dengan siswa. Ia menegaskan bahwa di tengah perkembangan zaman yang masif, guru PAI dituntut adaptif terhadap teknologi sekaligus mampu memposisikan diri sebagai orang tua di lingkungan sekolah.
"Dunia sekarang begitu berkembang, maka guru PAI harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Saat mengajar, anggap siswa yang kita ajar seperti anak kita masing-masing agar kita bisa mengajar dengan hati. Guru agama memiliki beban tambahan untuk selalu menjadi teladan di sekolah," ujar Ahmad Hasni.
Lebih lanjut, Ahmad Hasni menyampaikan keprihatinannya terkait hasil asesmen di jenjang pendidikan dasar yang menunjukkan masih adanya guru PAI yang belum mahir membaca dan menulis Al-Qur'an. Menanggapi urgensi tersebut, Ketua Kelompok Pengawas (Pokjawas) PAI Kota Palu, Muhammad Asri, menekankan bahwa kompetensi dasar tersebut adalah hal yang mutlak. Ke depannya, wacana pencabutan sertifikasi bagi guru PAI yang tidak memenuhi standar literasi Al-Qur'an akan mulai diberlakukan.
“Guru itu lebih penting dari metode. Jiwa dan hati guru yang hadir jauh lebih bermakna dari sekadar kehadiran fisiknya. Inilah maksud dari bagaimana kita menghadirkan hati saat mengajar,” tegas Asri.
Pelatihan yang menyasar seluruh guru PAI jenjang SMA negeri dan swasta se-Kota Palu ini terlaksana berkat dukungan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari SMA Negeri 2 Palu. Materi yang disajikan sangat komprehensif; meliputi penguatan pembelajaran mendalam (deep learning) dan implementasi CP-TP PAI 2026 oleh Sofyan dari Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah dan Pengawas PAI Chadija Alhasni, serta materi khusus terkait adaptasi teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh Instruktur KKA, Rohim. Turut hadir dalam acara ini Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis), Satar S. Laupo.
Ketua MGMP PAI Tingkat SMA se Kota Palu, Amiruddin, mengapresiasi solidnya sinergi yang terbangun demi terselenggaranya peningkatan mutu pendidikan ini. “Saya ucapkan terima kasih untuk teman-teman panitia yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini dan kepada Kemenag Kota Palu yang telah menyediakan tempat. Semoga kegiatan ini memberikan pengetahuan untuk diterapkan secara langsung dalam pembelajaran di ruang kelas,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, para pendidik diharapkan tidak sekadar memperbarui metode pengajaran, tetapi juga menguatkan komitmen spiritual dan meningkatkan komunikasi serta kolaborasi. Dengan bekal keilmuan yang memadukan teknologi modern dan ketulusan hati, guru PAI di Kota Palu dipersiapkan untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual namun tetap memiliki fondasi moral keagamaan yang kokoh.





